YAKIN UDAH KUAT? SAMA KUATNYA GA DENGAN SAHABAT YANG SATU INI?

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190610-WA0003.jpgYAKIN UDAH KUAT? SAMA KUATNYA GA DENGAN SAHABAT YANG SATU INI?

Abdullah Bin Hudzafah radhiyallah‘anhu adalah salah satu sahabat nabi yang terkenal akan kokohnya iman yang mengalahkan gunung. Dia juga salah seorang panglima kaum muslimin yang ikut serta dalam pembebasan syam. Suatu ketika rasulullah memerintahkan Abdullah untuk mengirimkan surat kepada raja Persia yang berisi ajakan masuk dalam agama Allah.
Datanglah Abdullah Bin Hudzafah radhiyallahu ‘anhu kehadapan raja Persia tersebut. Raja Persia langsung memerintahkan pengawalnya untuk mengambil surat dari Abdullah, namun Abdullah menolak, karena Abdullah ingin menyerahkan surat itu ke tangan raja Persia tanpa perantara. Tujuannya adalah Abdullah takut menyalahi perintah dari rasulullah. “Berikan suratnya kepadaku!” sambil dongkol dengan nada tinggi. Dibaca lah suratnya “Dari Muhammad untuk raja Persia, berbahagialah kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk…” . Baru sampai situ menyala lah api kemarahan Raja Persia. “beraninya orang ini menulis nama nya sebelum nama ku” lalu dirobeklah surat itu oleh raja Persia.Kembalilah Abdullah ke hadapan Rasullah dan menceritakan semuanya . Lalu Rasulullah mendoakan “Semoga Allah merobek robek kerajaan seperti dia merobek surat tersebut”
Suatu ketika Abdullah ditugaskan untuk ikut dalam perang yang melawan kerajaan kaisar romawi. Kaisar romawi sudah mengetahui sifat-sifat tentara Muslim, yang mana Sumber kekuatan mereka adalah Iman yang membaja dan keyakinan yang dalam. Namun Allah menakdirkan Abdullah dan beberapa tentara muslim tertangkap dan menjadi tawanan kaisar romawi. Dibawalah Abdullah dan beberapa tentara muslim ke kerajaan kaisar romawi
Kaisar romawi adalah raja yang menguasai setengah dunia. Ia memiliki kekayaan yang sangat banyak, putri yang cantik, dan tahta yang berlimpah. Heraklius (nama kaisar romawi) ingin menguji seberapa kuatnya iman dari Abdullah. Heraklius menawarkan beberapa tawaran namun Abdullah harus masuk kedalam Nasrani. “hai Ibnu hudzafah masuklah engkau ke dalam nasrani, maka engkau akan mendapatkan kekayaan yang engkau inginkan” Ibnu hudzafah menolak. Lalu ditawarkan lagi “masuklah kedalam nasrani maka aku akan nikahkan putriku denganmu” ditolaknya lagi oleh Abdullah. “masuklah kedalam nasrani maka aku akan jadikan kau orang penting di dalam kerajaan ku” Abdullah tetap menolak. “masuklah kedalam nasrani, maka akan kuberikan setengah kekayaan ku” Abdullah dengan lantang menjawab “Walaupun engkau menawarkan seluruh kekayaanmu. Demi Allah aku tidak akan meninggalkan agama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun hanya sekejap mata” .
Dengan nada marah akhirnya heraklius memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan ibnu hudzafah. Ibnu hudzafah dipenjara berhari – hari tanpa makan dan minum. Suatu ketika tubuh ibnu hudzafah lemas, kepala nya lemas mengangguk hingga terbaring. DIlaporkan lah keadaan Ibnu Hudzafah ke Heraklius. Maka heraklius memerintahkan pengawalnya untuk memberikan makan daging babi yang sudah di masak mewah dan khamr. Namun Abdullah bin Hudzafah tidak memakannya. Dikeluarkan lah ibnu hudzafah dari penjara dan dihadapkan ke heraklius “Mengapa engkau tidak memakan nya dan meminumnya” Abdullah menjawab “aku mengetahui bahwa makanan itu dan minuman itu diharamkan didalam agamaku, aku tidak akan membiarkan engkau menghina agamaku” …………………………………………………………………………………………
Heraklius kembali memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan tungku besar yang berisik minyak panas, lalu dibawakannya tawanan yang lain dan dimasukkan kedalam tungku tersebut. Hanya tersisa tulang dan darah manusia di dalam tungku tersebut.
Giliran Ibnu hudzafah lah yang akan dimasukkan kedalam tungku tersebut. Namun Ibnu Hudzafah menangis. Heraklius mengira bahwa Ibnu Hudzafah sudah menyerah, Lalu Heraklius menanyakan, “mengapa engkau menangis? Apakah kau sudah ingin masuk nasrani” Ibnu Hudzafah menjawab “Aku menangis karena aku hanya punya satu nyawa untuk membela agama Allah, aku berharap mempunyai banyak nyawa yang semuanya hanya untuk membela agama Allah”.
Apabila kita Tarik kisah ini kepada penyakit yang kita alami, hutang yang belum kita lunasi, permasalahan kuliah yang belum kita atasi, seberat apakah dibandingkan kisah Abdullah bin hudzafah ini ? tidak ada bandingannya . Ibnu hudzafah yakin ada Allah , dan dia yakin bahwa dunia hanya sebentar , tujuan akhirnya adalah akhirat. Dan kita juga harus meyakini akan hal itu, itu adalah poin yang tidak boleh luput dari dalam diri kita.

Author Description

admin