Untaian Rahmat di Bulan Istimewa

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190519-WA0006.jpgUntaian Rahmat di Bulan Istimewa

Alam raya bertasbih, memuji keagungan, rumput-rumput ilalang, daun, pohon dan ikan. Segalanya memuji kepada Allah yang menciptakan, yang Maha Kuasa, yang Maha Besar, dan tiada bandingannya. Seruan menggema di bumi Allah memberikan isyarat kedatangan bulan Ramadhan. Bulan suci, bulan Qur’an, bulan penuh berkah, satu-satunya bulan yang terdapat malam di mana malam tersebut lebih baik daripada malam seribu bulan, dan bulan di mana seorang muslim diberikan kesempatan untuk meraih kemenangan. Bulan di mana pintu-pintu neraka ditutup, syaitan dibelenggu, dan dibukalah pintu-pintu syurga. Begitu istimewanya bulan ini, keberkahan bertebaran di segala penjuru bumi Allah, rahmatNya mengucur deras kepada setiap insan yang mengabdikan raga, jiwa, fisik, dan materi di jalan kebaikan untuk meraih Ridha-Nya. Terdengar lantunan ayat suci dikumandangkan, memujilah segala dihadapan sang Raja dan berpasrah memohon karunia-Nya. Bulan dermawan, tidak sedikit kaum muslim yang menginfaqan hartanya di jalan Allah pada bulan ini, berharap diberi keberkahan dalam hidupnya. Begitu baiknya Allah melihat hamba-hambaNya yang dengan ikhlas beribadah kepadaNya hingga Allah melipat gandakan pahala kebaikan, manusia berlomba-lomba untuk mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya karena hanya di bulan inilah pahal dilipat gandakan.

Begitu banyak kemuliaan yang diturunkan di bulan Ramadhan, tidak hanya rahmat, keberkahan, dan pahala yang diturunkan. Akan tetapi terdapat tiga peristiwa besar bagi umat muslim yang terjadi di bulan Ramadhan sehingga menambah keistimewaan bulan ini. Yang pertama yaitu “bulan diturunkannya Al-Qur’an”, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan 13 tahun sebelum hijriyah Nabi menerima wahyu pertama ditengah-tengah peribadatannya di Gua Hira di mana datang malaikat Jibril yang meminta Nabi untuk membaca sampai tiga kali namun Nabi tidak bisa untuk membacanya sehingga Jibril membacakan wahyu pertamanya (Surat Al-alaq : 1-5). Peristiwa besar kedua yang terjadi di bulan Ramadhan yaitu terjadinya perang badar (Ghazwah Badr Al-Kubra) yang terjadi pada hari jum’at 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah, perang inilah yang menjadi pembeda, menandai awal kejayaan kaum muslimin, dengannya Allah memuliakan Islam, meninggikan menaranya, dan mengikis berhala-berhala. Peristiwa besar ketiga yang terjadi di bulan Ramadhan yaitu pembebasan Kota Makah.  Tanggal 20 Ramadhan tahun 8 hijriyah merupakan waktu yang bersejarah dalam Islam. Ditanggal tersebut, Rasulullah dan para sahabatnya berhasil menaklukan kota Mekah dalam sebuah peperangan yang disebut dengan perang Fathu Mekah (penaklukan Mekah).

Begitu spesialnya bulan ini sehingga Allah menakdirkan beberapa peristiwa penting dalam Islam yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Demikian juga dengan perlakuan Allah terhadap hamba-hambanya di bulan ini. Salah satunya yaitu dilakukannya ibadah puasa wajib bulan ramadhan yang dilakukan selama satu bulan penuh, dan Allah sendiri yang akan memberikan pahala puasa tersebut, sebagaimana yang tercantum dalam hadis yang berbunyi “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali amalan puasa. Amalan tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya, disebabkan dia telah meinggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya dan kebahagiaan ketika dia berbuka. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah disbanding bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151).

Inilah yang akan diraih oleh seorang hamba yang melaksanakan amalan puasa wajib di bulan Ramadhan maupun amalan sunnah lain yang dilandasi keikhlasan dan selalu mengharap ridho Allah. Di bulan inilah  kesempatan emas bagi kita untuk meraih Ridho-Nya dan sebagai implementasi menuju insan kamil yang senantiasa berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya serta berharap akan lebih baik lagi ke depannya demi meraih keridhaan-Nya. Oleh karena itu, jangan sia-siakanlah waktu di bulan Ramadhan. Maksimalkanlah waktu kita untuk beribadah di bulan baik ini, semoga Allah senantiasa menguatkan kita untuk menjalani segala ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh ikhlas dan ittiba’. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…

Author Description

admin