STOP Su’udzon, YUK Husnudzon

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2020/11/images-4.pngSTOP Su’udzon, YUK Husnudzon
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh, salam sejahtera untuk kita semuanya ya ikhwah fillah, semoga Allah selalu memberikan Rahmat dan Hidayah yang sebanyak-banyaknya untuk kita semua. Aamiin yaa Robbal a’lamiin.

Pada kesempatan ini insyaAllah, izin berbagi sedikit ilmu tentang berpikir positif atau positive thinking atau bahasa gaulnya husnudzon ikhwah. Pasti nih ya, kalau kita lagi dapat masalah, kaya gagal dalam suatu urusan, lagi kesel sama orang, dan lain sebagainya yang bisa membuat pikiran resah, lalu kita cerita ke teman, sahabat, atau kerabat dekat lainnya yang kita percaya, tentu mereka akan bilang “sabar ya, udah husnudzon aja” atau “jangan nething mulu ama orang, positive thinking”, kurang lebih seperti itu. Nah ikhwah fillah pernah digituan juga kah?

Setiap permasalahan yang kita hadapi memang sangat mengancam pikiran kita ikhwah. Namun, ketika hal itu terjadi, pikiran memiliki peran agar semuanya tetap stabil. Jika kita mampu menghadapi masalah tersebut dengan berpikiran positif, maka kelapangan dan kenikmatan yang akan kita rasakan. Dan jika sebaliknya, kalau berpikiran negatif, yang timbul bukannya lapang dan nikmat, namun yang terjadi adalah kesempitan dan kesusahan yang dirasa.

Sahabat Rasulullah SAW, Ibnu Mas’ud r.a pernah berkata, “Tidak ada kebaikan yang lebih berharga bagi seorang mukmin kecuali dia berprasangka baik kepada Allah. Dan tidaklah seorang hamba berprasangka baik kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberikan kebaikan atas apa yang disangkakan, karena segala kebaikan ada ditangan-Nya.” (Kitabuz Zuhd Abu Dawud as Sijistani : 132)

Dari perkataan Ibnu Mas’ud tersebut dapat kita simpulkan ikhwah, bahwasanya ketika kita berpikiran positif, sama saja dengan kita sedang berprasangka baik kepada Allah, bahwa Allah akan memberikan kita kenikmatan, kelapangan, atau bentuk kebaikan lainnya, yang tidak pernah kita tahu seperti apa gantinya. Hal itu dikarenakan atas prasangka baik yang kita lakukan. Kita membuang jauh-jauh segala pikiran negatif, untuk menghadirkan pikiran positif. Yaa, meski berat dan susah, tetapi feedback atau ganjaran yang didapatkan pun akan jauh lebih besar nikmat-Nya.

Berprasangka baik atau husnudzon merupakan kewajiban kita sebagai seorang hamba. Allah lebih sayang kepada kita, karena Dia tahu tentang apa yang akan terjadi kepada kita setelah datang kesulitan yang menimpa diri kita. Bukankah bersama kesulitan pasti ada kemudahan? Ya, itu jelas tertera pada QS. Ash-Sharh (94) : 6. Adapun, Rasulullah SAW bersabda : 

“Allah SWT berfirman : “Aku selalu tergantung prasangka hamba-Ku terhadap-Ku” (HR. Bukhari : 7505)

	Jadi ikhwah, mari kita selalu menghadirkan pikiran-pikiran positif, agar ketika kita berprasangka baik, Allah pun akan memberi kemudahan dan kebaikan untuk kita. Juga, agar  selalu hadir rasa syukur dalam diri kita, maka ketika kita bersyukur atas apa yang terjadi pada lika-liku kehidupan ini, insyaa Allah, Allah akan selalu menambah kenikmatan-Nya untuk kita. Aamiin yaa Robbal a’lamiin.
	
Mohon maaf bila masih ada salah kata, yang Benar datangnya dari Allah SWT, yang salah datang dari diri penulis pribadi. Semoga bermanfaat, keep husnudzon, ALLAH bersama Kita.

	Wabilahi taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.
 

Author Description

admin