Sedekah Bikin Miskin?

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200823-WA0013.jpgSedekah Bikin Miskin?

Jika dipikirkan dengan akal manusia, apabila kita mengeluarkan sesuatu yang kita punya maka sesuatu yang kita punya itu akan berkurang. Ya, benar itu terbukti. Namun berbeda keadaannya jika yang kita keluarkan itu ialah harta dalam bentuk zakat, infaq, maupun sedekah yang kita niatkan fisabilillah.

Sebagian orang beranggapan bahwa mengeluarkan harta dalam bentuk zakat, infaq dan sedekah fisabilillah akan mengurangi jumlah nominal harta, bahkan bisa menyebabkan kefakiran. Hal ini wajar, karena sifat dasar manusia memang suka menimbang-nimbang atau ya bisa dikatakan pelit. Selain itu, setan juga selalu menggoda orang yang bersedekah agar takut kepada kefakiran.

Setan ingin agar manusia tidak mendapat pahala dan kebaikan yang menjadi sarana masuk surga. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 268: “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Menurut Al-Jazairi, ayat “Dan menyuruh kamu berbuat buruk” berarti setan menyeru kalian untuk mengerjakan perbuatan buruk, diantaran bakhil dan kikir. Karenanya Allah Ta’ala memperingatkan para hamba-Nya dari setan dan godaannya, lalu mengabarkan bahwa setan menjanjikan dengan kefakiran, artinya: menakut-nakuti mereka dengan kemiskinan sehingga mereka tidak megeluarkan zakat dan shadaqah. (sebaliknya) ia menyuruh mereka untuk berbuat buruk sehingga mengeluarkan harta mereka dalam keburukan dan kerusakan, serta bakhil mengeluarkannya untuk kebaikan dan kemaslahatan umum.

Pada kenyataannya sebaliknya. Harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan mendatangkan keberkahan. Yakni menambah kebaikan dari hart aitu dan berkembang menjadi banyak seperti dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 276: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”.

Dimasa pandemi seperti saat ini sudah sepatutnya kita sesama manusia yang lain saling bahu membahu untuk meringkan beban orang-orang disekitar kita yang terdampak karena pandemi ini. Pernah ada suatu pepatah mengatakan “sedekah ketika sedang dalam keadaan banyak harta atau rezeki ialah sudah lumrah, namun sedekah yang dikatakan luar biasa ialah sedekah disaat kita pun sedang dalam keadaan susah” bagaimana tidak, jika difikirkan secara otak manusia dalam keadaan kondisi yang sulit seperti ini harusnya harta yang kita punya disimpan baik-baik. Namun masyaAllah nya islam mengajarkan bahwa dalam kondisi apapun kita dianjurkan untuk bersedekah. Jangan pernah takut dan jangan pernah ragu untuk bersedekah. Karena tidak hanya melancarkan rezeki kita namun banyak sekali keberkahan-keberkahan rezeki yang tidak hanya dalam bentuk uang yang insyaAllah akan kita dapatkan. Lantas apa saja sih keutamaan sedekah?

 Sedekah dapat mengapus dosa
Rasulullah shallallahu ‘alaihih wa sallam bersabda: “sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahikan Al Albani dalam shahih At Tirmidzi, 614).
Namun demikian, diampuninya dosa dengan bersedekah tentu harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak berlaku jika Sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencakan bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa.

 Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di Hari Akhir
Rasulullah shallallahu ‘alaihih wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu hari yang ketika itu tidak ada naungan selain dari Allah, yaitu pada hari akhir salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah: “seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikannya amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no.1421).

 Sedekah Memberi Keberkahan pada Harta
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588).
Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan bahwa, Para ulama menyebutkan harta yang dimaksud disini mencakup 2 hal. Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.

 Allah Melipatgandakan Pahala Orang yang Bersedekah
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18).

 Terdapat Pintu Surga yang Hanya Dapat Dimasuki oleh Orang yang Bersedekah
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027).

 Sedekah akan Menjadi Bukti Keimanan Seseorang
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”.

 Sedekah dapat Membebaskan dari Siksa Kubur
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873).

 Sedekah dapat Mencegah Pedagang Melakukan Maksiat dalam Jual-Beli
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”).

 Orang yang Bersedekah Merasakan Dada yang Lapang dan Hati yang Bahagia
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit: “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443).

 Pahala Sedekah Terus Berkembang
Pahala sedekah walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”).

Teruntuk teman-teman ku semoga kita semua senantiasa mudah untuk mengeluarkan sebagian harta kita untuk infaq, sedekah dan zakat fisabilillah dalam keadaan susah maupun senang. Wallahua’lam bisshowab.

Oleh : Ahmad Faturohman/Beasiswa Muamalat Awardee

Author Description

admin