Pemimpin

Pemimpin

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh….

Hallo gaess,,, Gimana kabarnya???
Kali ini gue mau cerita nih terkait “Pemimpin?”
Dahulu seorang Khalifah Umar r.a. pernah berkata “Tiada Islam tanpa Jamaah,dan tiada Jamaah tanpa kepemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa ketaatan.”
Jadi awalan sebelum membahas sebuah pemimpin, kita harus tau adanya sebuah hal yang urgent sekali yaitu sebuah amal jama’i. Kita harus sadar bahwa kepemipinan itu adalah sebuah tugas dari sebuah jamaah atau kelompok bukan suatu hal yang membedakan dengan yang lain. Maka seharusnya mindset yang harus kita bangun diawal adalah bagaimana kita mengutamakan sebuah kepentingan kelompok diatas sebuah kepentingan pribadi.

Selanjutnya, Pemimpin dalam kelompok, ibarat kepala bagi tubuh. Inilah yang menentukan seluruh tujuan, dan disini pula tempat berkumpulnya macam informasi. Pemimpin itu bertugas memikirkan dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi. Serta Pemimpin dalam kelompok juga merupakan sebuah lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin dalam barisan. Sedangkan persatuan adalah lambang kekuatan. Karena itu kedudukan pimpinan dalam suatu kelompok amat penting dan utama. Maka dari itu, pemimpin tidak boleh hanya sekedar lambang atau cuma simbol yang melekat. Karena itu ia memerlukan kemampuan, kelayakan dan aktivitas prima. Selain itu pemimpin tidak boleh melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional dan harus tunduk kepada al-qur’an dan as sunnah. Maka dari itu, pemimpin membutuhkan suatu kapabilitas agar kepemipinannya dirindukan oleh umatnya.

Nah, gimana si biar gue bisa jadi pemimpin yang dirindukan umat? Ok mending coba kita bahas nih biar makin seru tulisan ini. Pertama, ketika lu jadi pemimpin, dasar yang lu harus perbaiki adalah agama, karena agama jadi landasan awal ketika kita ingin mengambil sebuah keputusan. Kita aja suruh milih pemimpin yang seiman kalo di surah Al-Maidah ayat 51 :
“Hai orang-orang beriman, janganalah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin yang bagi sebagian mereka yang lan. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka…”
Dari ayat diatas aja pas milih suruh dari agama yang sama, nah gimana kita yang ketika jadi pemimpin, berarti secara tidak langsung yaudah kalo mau mimpin kelompok perbaiki dulu agama kita.
Trus yang kedua, Keteladanan seorang pemimpin menjadi hal yang harus kita perhatikan. Karena sangatlah sulit kita menggerakkan suatu kelompok apabila di dalam diri kita belum ada sebuah keteladanan yang orang lain bisa tiru. Dan di dalam surah Al-Ahzab ayat 21, Allah berfirman yaitu :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Dari ayat diatas juga kita sudah punya teladan yaitu Rasulullah SAW, maka yuk sama-sama hari ini kita pelajari Sirah seorang pemimpin terbaik di bumi ini. Maka yuk kita mulai membentuk sebuah keteladanan dari hal-hal yang kecil agar nantinya hal-hal yang besar juga mengikuti.

Nah mungkin dari dua point itu cukup akan merubah dasar dari Kepribadian kalian yang ingin menjadikan pemimpin yang dirindukan karena selebihnya adalah urusan pembelajaran dan tekad dari seorang pemimpin itu sendiri. Namun jika dua ini tidak diterapkan bisa berakibat fatal bagi aktivitas yang lainnya. Maka yuk mari berbenah diri mulai dari hubungan dengan Allah dan menjadikan diri sebagaimana sebuah keteladan.
Terakhir dari tulisan ini, semua upaya pemimpin tuh sulit untuk berhasil apabila para anggotanya tidak memiliki sebuah ketaatan. Maka dari itu seorang Abu Bakar Ash-Shiddiq pun menyampaikan pidatonya ketika menjadi Khalifah penggantian Rasullullah SAW ialah
“Saya memang bukan orang yang terbaik diantara kalian, bahkan saya yakin sebenarnya ada orang yang lebih layak memimpin ini dibandingkan dengan saya. Nah maka dari itu jika hari ini saya mengajak kalian dalam sebuah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya maka taatilah saya. Dan jika saya mengajak kalian untuk jauh dari Allah dan Rasul-Nya maka tegurlah saya.”

Jadi sebuah ketaatan anggota juga jadi hal yang penting untuk berlangsungnya sebuah jamaah atau kelompok. Mungkin, sekian ya tulisan dari gue ini, semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Mohon maaf juga, jika dalam penulisan ini gue masih banyak kekurangan atau ada tutur kata yang salah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Coretan By Arfiyan Nugroho

Author Description

admin