Panglima Islam Terhebat Sepanjang Sejarah ( Populer Namun Tetap Rendah Hati )

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2020/06/images-11.jpegPanglima Islam Terhebat Sepanjang Sejarah ( Populer Namun Tetap Rendah Hati )

Pengenalan Sejarah Islam dan Salah Satu Seorang Panglima Islam
Dalam sejarah islam dari zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, zaman para sahabat Rasul , hingga di Indonesia sendiri dengan tujuan tidak lain adalah menyebarkan dan mensyiarkan agama Islam, tidak lepas dari para pejuang, panglima, jenderal yang memimpin pasukan perang. Sedangkan perang sendiri memiliki makna pada aspek ruhiyah yaitu untuk membebaskan dari kezaliman.
Sebelum memasuki pembahasan mengenai salah satu tokoh dalam sejarah Islam, terlebih dahulu kita memahami Islam itu sendiri. Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, agama penyempurna dari agama yang sebelumnya, agama yang diridhoi Allah dan memiliki pedoman hidup yaitu kitab suci Al Qur’an yang terjaga keasliannya hingga akhir zaman. Tentu jika kita berbicara sejarah Islam pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Islam telah banyak mendapat kecaman dari orang-orang kafir, musyrik, dan munafik. Contohnya yaitu tokoh pada sejarah Islam yang bernama Khalid bin Walid.
Nama Khalid bin Walid sudah dikenal orang banyak khususnya di kalangan Bangsa Quraisy sebagai panglima perang yang tersohor dan ditakuti di medan perang. Bahkan Khalid berhasil mengalahkan pasukan Muslim pada Perang Uhud. Saat itu Khalid memanfaatkan kelemahan pasukan Muslim yang tergiur dengan harta rampasan perang. Ia pada mulanya adalah seorang pembenci Islam namun berbalik menjadi pejuang Islam. Tepatnya setelah perang tersebut, Khalid justru menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyatakan beriman kepada Allah.
Khalid akhirnya memutuskan masuk Islam sebab tertarik saat melihat umat Muslim mulai datang ke Mekah untuk berhaji. Hal itu membuat luluh hatinya karena menganggap betapa mulia dan baiknya umat Muslim. Tahun ke-8 Hijriah, Khalid pergi ke Madinah bertemu Rasulullah untuk masuk Islam. Tentu Rasulullah sangat bahagia. Karena Khalid mempunyai keahlian dalam berperang yang dapat membela panji-panji Islam dan meninggikan kalimat Allah dengan perjuangan jihad. Setelahnya dalam berbagai kesempatan, Khalid menunjukkan strategi-strategi perangnya yang akhirnya berhasil mengalahkan pasukan musuh. Khalid sangat ahli dalam siasat perang, berani dan gigih memimpin pasukannya, mahir dalam urusan senjata, piawai dalam berkuda, serta memiliki kharisma di tengah para pasukannya. Itulah kelebihan Khalid bin Walid yang patut di juluki sebagai “Pedang Allah yang Terhunus”. Meskipun dalam puncak popularitas, Khalid tak pernah sombong dan selalu rendah hati. Karena tujuannya hanya membela agama Allah ta’ala.
Julukan “Pedang Allah yang Terhunus”
Jika kita melihat poster, atau sablonan baju yang bergambar sosok Khalid bin Walid, pastinya tidak lain dan tidak bukan bergambar bayangan seorang laki-laki yang sedang berkuda dan ditangannya memegang pedang. Gambar tersebut cukup menggambarkan bagaimana keberanian dan kekuatan seorang Khalid bin Walid yang banyak dikisahkan pada Sirah Shahabiyah (sejarah para sahabat Rasulullah). Seperti yang sudah dikatakan di buku-buku sirah tersebut, bahwa Rasulullah memberikan julukan “Pedang Allah” kepada Khalid memang sudah terbaca dari awal ketika ia belum masuk Islam. Sosok Khalid yang merupakan panglima perang yang tak terkalahkan oleh pasukan siapapun dan seberapa besar jumlah pasukan musuh dibanding jumlah pasukannya, hal ini menandakan kuantitas pasukan musuh tidak begitu penting bagi Khalid.
Pada perang Uhud dimana banyak tentara Islam yang mati syahid karena Khalid berhasil memporak-porandakan pasukan Islam. Seakan-akan keahlian strategi, kemahiran bersenjata, kegigihan, keberanian, ketangguhan, kharisma yang dimilikinya semua itu dapat mengalahkan pasukan musuhnya seolah tidak membutuhkan pertolongan Allah untuk menang pada setiap perang.
Ketika Khalid akhirnya masuk Islam, ini yang membuat Rasul sangat bahagia karena dengannya Khalid maka akan dengan mudah meninggikan kalimat-kalimat Allah serta panji-panji Rasulullah yang membawa kemenangan Islam. Dengan pedangnya Khalid melawan orang-orang kafir dan munafik untuk membela Islam.
Sesungguhnya itu sudah menjadi ketetapan Allah untuk memenangkan agama-Nya. Melalui panglima perang Islam bernama Khalid inilah, banyak pasukan orang-orang kafir dan munafik dapat terkalahkan. Julukan “Pedang Allah yang Terhunus” diberikan kepada Rasul setelah Khalid memenangkan pasukan Muslim pada perang Mu’tah. Julukan tersebut dimaknai bahwa Allah menghendaki Khalid untuk tidak meninggal di medan perang. Seandainya jika Khalid wafat di tangan orang kafir, itu artinya Pedang Allah telah berhasil dipatahkan oleh musuh Allah, dan hal itu tidak akan mungkin terjadi. Pada akhir kisah Khalid bin Walid, ia pun wafat dalam keadaan sakit, bukan karena kekalahan dalam perang. Karena selama setelah ia masuk Islam dan berperang jihad membela Islam, pedang Khalid menghunuskan pasukan musuh Islam hingga banyak yang tewas atau berbalik menjadi masuk Islam.
Perang Mu’tah
Pada perang Mu’tah pasukan Muslim yang hanya berjumlah 3000 pasukan tidak sebanding dengan pasukan koalisi Romawi yang berjumlah 200 ribu pasukan. Karena peperangan yang tidak sebanding tersebut, tiga sahabat yang memimpin perang ini harus mati syahid. Pasukan Muslim kemudian dipimpin oleh Khalid bin Walid yang saat itu Khalid baru tiga bulan memeluk Islam. Di perang Mu’tah ini pula Khalid pertama kali berperang membela Islam dan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemahirannya dalam berperang.
Pasukan Muslim yang dipimpin Khalid akhirnya mampu bertahan bahkan menyusun strategi yang tepat untuk menyerang secara beruntun pasukan koalisi Romawi. Atas kecerdikan strategi dan siasat perangnya dan berkat pertolongan Allah, akhirnya berhasil memukul mundur pasukan Romawi hingga mereka mengalami kerugian yang banyak. Mendengar kabar baik itu, Rasulullah pun memberikan gelar Syaifullah atau Pedang Allah kepada Khalid.

Sosok Khalid bin Walid yang Dapat Diambil Pelajaran
Kelebihan Khalid bin Walid yang menjadikannya tokoh terpandang bahkan oleh musuh sekalipun tak terbantahkan, namun Khalid tidak terobsesi dengan ketokohannya. Ia tidak sombong dan tetap rendah hati. Popularitas tidak menjadi tujuan Khalid sebab ia berjuang untuk kejayaan Islam. Itulah bentuk keikhlasan seorang sahabat Rasul seperti Khalid bin Walid.
Jika bercermin dalam kehidupan sehari-hari kita, popularitas telah banyak menghalangi seseorang dari ridho Allah. Karena popularitas tersebut, orang lebih ingin meraih ridho manusia dibanding ridho Allah. Godaan popularitas pun membuat manusia menjadi bersifat ujub dan sombong.
Ketika popularitas di genggaman, sebenarnya seseorang sedang berada di puncak godaan. Persis seperti kuli bangunan yang berada di gedung tinggi. Semakin tinggi posisinya, semakin besar angin yang bertiup. Dan kalau jatuh pun akan jauh lebih sakit.
Semoga dengan kita mengambil pelajaran dari sosok Khalid bin Walid yang tetap rendah hati dan tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan, hanya menjadikan tujuannya untuk Islam dan karena ridho Allah, sehingga tidak ada sifat ujub dan sombong pada diri kita. Dan semoga selama hidup kita selalu berbuat hal kebajikan.

Nama : Syifa Fauziah
Angkatan : 2018
Kontak : 089602751103

Referensi :
Ahmad, Junaidi. 2019. Khalid bin Walid Panglima Perang yang Tak Terkalahkan. Araska Publisher: Yogyakarta.
https://muslim.or.id/626-agama-islam.html
https://kisahmuslim.com/1517-biografi-khalid-bin-walid.html
https://republika.co.id/berita/lpnl8x/kisah-sahabat-nabi-khalid-bin-walid-si-pedang-allah
https://islami.co/kisah-khalid-bin-walid-berperang-melawan-jin-perempuan/
https://www.dream.co.id/news/khalid-bin-walid-musuh-yang-berbalik-jadi-pejuang-islam-170621s.html
https://lifestyle.okezone.com/read/2018/05/28/196/1903729/mengenal-khalid-bin-walid-jenderal-perang-pedang-allah
https://www.merdeka.com/dunia/jenderal-pasukan-islam-yang-jadi-legenda-tak-pernah-kalah-perang.html
https://suaramuslim.net/kisah-khalid-bin-walid/
https://www.dakwatuna.com/2007/09/15/256/becermin-kepada-kahlid-bin-walid/#axzz6MA0RSbpt

Author Description

admin