Mungkinkah Aku Seperti Aisyah ?

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200818-WA0012.jpgMungkinkah Aku Seperti Aisyah ?

Setiap manusia pasti menginginkan kesempurnaan didalam hidupnya, tetapi yang paling penting adalah kesempurnaan Akhlak dan kepribadian yang sangat baik. Sayyidatina Aisyah, beliau adalah seorang wanita yang sangat cantik, wanita berkulit putih kemerah-merahan sehingga beliau kerap kali dipanggil Humairah, wanita yang anggun, menarik, selain itu juga beliau adalah sosok wanita yang cerdas, juga memiliki kepribadian yang sangat zuhud dan qana’ah. Beliau memiliki satu pakaian yang apabila terkena sesuatu Sayyidatina Aisyah langsung mencuci dan memakainya kembali. Beliau memiliki sebuah pakaian yang mahal seharga 5 dirham. Wanita di zaman itu seringkali meminjamnya kepada Sayyidatina Aisyah untuk dijadikan gaun pengantin pada malam pernikahannya.
Sayyidatina Aisyah adalah satu-satunya istri Rasulallah SAW yang dinikahinya ketika beliau masih gadis. Beliau mendapatkan kehormatan untuk menemani Rasulallah semenjak masih usia belia hingga menjadi remaja selama waktu itu beliau berada dalam naungan dan pengawasan Rasulallah sehingga mengantarkan beliau kepada puncak akhlak yang baik, terpuji, zuhud, dermawan, juga penyayang. Dan penyayang adalah point utama dari kepribadiannya.
Sayyidatina Aisyah sangatlah taat kepada suami siang dan malam beliau mengerahkan segala kemampuannya untuk mentaati Rasulallah melaksanakan perintah dan larangannya, dan mencari kesenangan dan keridhoannya. Beliau juga sosok yang sangat perhatian dan sangat menghormati kerabat-kerabat Rasulallah. Dan yang menjadi point penting yang patut aku contoh dan bagi wanita di zaman sekarang bahwa Sayyidatina Aisyah tidak pernah menggibah setiap beliau berbicara ucapannya adalah hal-hal positif, beliau kerap kali menceritakan kelebihan-kelebihan istri-istri Nabi yang lainnya dengan lapang dada dan biasa menceritakannya dengan hal-hal positif. Seluruh waktunya beliau isi dengan dzikir dan tasbih. Inilah yang seharusnya ditiru dan dilakukan oleh seluruh wanita Muslimah.
Tidak seperti kebanyakan wanita di zaman ini Sayyidatina Aisyah sangat menghindari pujian dan sanjungan yang berlebih. suatu ketika beliau sakit di penghujung hidupnya, Abdullah Ibnu Abbas meminta izin untuk menjenguknya kemudian setelah diizinkan, Abdullah Ibnu Abbas langsung memuji-muji Sayyidatina Aisyah, lalu Sayyidatina Aisyah berkata “Ingin sekali rasanya aku menjadi sesuatu yang dilupakan”. Sangat berkebalikan dengan kebanyakan wanita di zaman sekarang yang memang sangat haus akan pujian dan sanjungan. Sayyidatina Aisyah merupakan sosok wanita yang sangat rendah hati tetapi jiwanya adalah jiwa ksatria, sifat ini sangat melekat pada dirinya ketika berada dihadapan orang lain, namun beliau menjadi sangat manja ketika berada di sisi Rasulallah.
Sayyidatina Aisyah juga merupakan sosok wanita yang memiliki keberanian yang luar biasa, beliau pantang menyerah dan pendiriannya yang kuat. Beliau sosok wanita pemberani yang terjun langsung dikancah peperangan yaitu pada perang Uhud. Beliau terjun untuk memberi minum kaum muslimin yang sedang terluka, dan memikul wadah air dipunggungnya untuk menuangkannya langsung kepada para mujahid.
Sayyidatina Aisyah adalah sosok wanita yang paling alim dari pada wanita-wanita yang lainnya. Az-Zuhri berkata “apabila ilmu aisyah dikumpulkan dengan ilmu wanita yang lain maka ilmu aisyah yang lebih utama” beliau adalah wanita yang pendapat-pendapatnya membawa kemaslahatan untuk umum. Beliau juga adalah satu-satunya wanita di Zamannya yang memiliki kelebihan dalam bidang ilmu, diantaranya adalah ilmu Fiqih, ilmu Kesehatan dan ilmu Syair Arab.
Wanita yang luar biasa ini yang patut dijadikan contoh oleh wanita-wanita Muslimah, baik akhlaknya, perilakunya, sikap kasih sayangnya, kecerdasannya dan ketaatannya kepada Rasulallah sebagai suaminya. Mungkinkah aku seperti Sayyidatina Aisyah ? menjadi wanita mulia yang kesuciannya pun dibela dari langit ke tujuh yang sangat murah hati dan juga dermawan.

Author Description

admin