Menjadi Muslim yang Galau

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190428-WA0019.jpghttp://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190428-WA0019.jpghttp://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190428-WA0019.jpgMenjadi Muslim yang Galau

Hidup di era millenial saat ini sangat memberikan dampak atau pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan manusia, khususnya pada usia muda. Bagaimana tidak? Saat ini berbagai macam ilmu sangatlah mudah untuk diakses, berhubungan dengan orang lain yang jaraknya jauhpun dapat terjangkau dengan mudahnya. Ya, dengan menggunakan internet. Siapa sih yang tak mengenal internet? bahkan sebanyak 98 persen dari anak dan remaja mengaku tahu tentang internet dan 79,5 persen di antaranya adalah pengguna internet. Internet merupakan suatu modal bagi kaum millenial khususnya untuk memenuhi kebutuhannya di era global saat ini, baik untuk bermain games, sekedar chatting dengan teman, menonton video sang idola, atau lain sebagainya.

Pernah suatu hari saya mendengar sebuah kalimat dari seseorang seperti ini, “HP kalau ga ada internetnya, berasa mati ya kehidupan”. Pernah dengar? Ya, mungkin sesekali. Dari kalimat tersebut, setidaknya kita dapat menyimpulkan bahwasanya seolah-olah dia merasakan mati selama hidupnya, ketika Handphone atau Smartphonenya tidak terhubung dengan internet.

Heii… Siapa nih yang suka berbicara seperti itu?? hati-hati ya, karena bicara seperti itu sangatlah berlebihan. Lihatlah wahai pemuda-pemudi, kalian begitu hebat, kenapa jika HP mu tidak terkoneksi internet, kamu merasa mati? bukankah internet itu diciptakan oleh manusia? sedangkan kamu sendiri adalah manusia itu, yaa mungkin bukan kamu penciptanya.

Lihatlah kembali, apalagi kamu adalah seorang pemuda dan pemudi muslim, kamu adalah generasi emas pembangun negeri. Apabila kamu galau hanya karena hpmu tidak terkoneksi internet, lalu apakah kamu tidak sedih jika hatimu tak terkoneksi dengan Robb-mu?

“Yaa Allah.. hampa hatiku tanpa petunjuk dari mu”

“Yaa Allah..  hampa hatiku tanpa dihiasi cahaya Qur’an mu”

Bukankah lebih baik kamu menggalaukan hal seperti itu, menggalaukan kurangnya amalmu, menggalaukan putusnya koneksi imanmu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Galaukanlah kurangnya amal kita, bukan menggalaukan ketiadaannya koneksi internet di HP kita atau apapun itu. Sudahkah cukup amalan kita untuk bertemu sang ilahi??

Pemuda dan pemudi millenial yang sejati ialah pemuda dan pemudi yang dapat mengajak hati nya, menjaga hatinya, dan juga menjaga waktunya.

Jangan sampai kita sebagai seorang yang masih muda, menyia-nyiakan waktu yang kita miliki begitu saja, apalagi dengan menggalaukan si dia, atau berjam-jam bermain games dengan HP kita, yang belum tentu dia dapat menolong kita diakhirat kelak.

Belajarlah untuk mengisi kekurangan waktu kita dengan mengingat Allah alias berdzikir, atau hiasi hati kita, mulut kita dengan lantunan Al-Qur’an. Aku yakin suaramu bagus saat bernyanyi. Nah, apalagi kalau suaramu diperuntukkan melantunkan Bacaan Qur’an, suaranya sudah indah, kamu pun akan mendapat pahala. InsyaaAllah.

Begitulah cara galau yang seharusnya, galau ketika hati kita justru tidak terkoneksi dengan Al-Qur’an atau berdzikir kepada Allah. Maka dari itu, sebagai pemuda/i  teruslah belajar bagaimana supaya dekat denganNya, karena ketika kita mati, takkan ada sesiapun yang dapat menolong kita, kecuali amalan-amalan yang telah kita lakukan selama di dunia. Semoga kita adalah pemuda dan pemudi muslim yang galaunya untuk mendekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.

 

Sumber:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Hasil Survei Pemakaian Internet Remaja Indonesia”, Penulis Aditya Panji.

https://tekno.kompas.com/read/2014/02/19/1623250/Hasil.Survei.Pemakaian.Internet.Remaja.Indonesia.

Author Description

admin