Khaulah binti Al-Azwar

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190407-WA0028.jpgKhaulah binti Al-Azwar

Berbicara mengenai tokoh islam, ada banyak tokoh-tokoh muslim yang sangat menginspirasi, baik dari segi intelektualnya, ketaatannya, kesholihannya, maupun kegigihannya dalam berjuang membela agam Allah. Seperti Khalid bin Walid, sang pedang Allah yang menjadi panglima perang dan memimpin pasukan untuk syahid di jalan Allah. Kemudian ada Bilal bin Rabbah, yang bunyi sandalnya terdengar sampai syurga karena ketaatan dan kegigihan beliau dalam membela agam Allah. Dan masih banyak lagi tokoh yang sangat menginspirasi. Mungkin kebanyakan dari kita mengira bahwa pejuang atau pasukan perang adalah dari golongan kaum adam, namun tidak demikian. Kisah tokoh muslim yang akan saya angkat mungkin masih banyak yang belum mengetahui.
Ini adalah sebuah lembaran kisah seorang wanita. Wanita tangguh yang mampu melepaskan sisi lain sebagai symbol keindahan dan kelembutan. Dorongan kuat untuk menyelamatkan saudaranya, membuat ia harus bergelit dalam lautan darah. Kisah ini berawal saat hamparan debu serta percikan darah membasahi medan peperangan. Pertarungan antara prajurit membuatmata tak berkedip. Kekuatan dan kecerdikan serta ketangkasan dalam pertarunganlah yang bisa membuat lawan takluk, tiada kemenangan tanpa adanya seorang petarung yang handal dalam mengayuhkan pedangnya. Disudut pertempuran yang berkecamuk, terlihatlah seorang yang mengenakan pakaian serba hitam dan begitu lihainya mengayunkan pedang. Tiada gelagat penakut yang ditunjukkan seorang misterius tersebut, bak angin yang berhembus kencang menghantam apapun yang ada dihadpannya. Tak heran jika pasukan lain penasarn dengan sosok pemberani itu.
Semua itu bemula ketika Khaulah binti Azwarbersama saudaranya Dhirar binti al azwar bersama saudaranaya Dhirar bin Al-azwarkeluaruntuk menyertai kelompok pasukan muslimin di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Terdengar bahwa Dhirar bin al Azwarsaudara Khaulah itu tertangkap dan ditawan oleh pasukan musuh. Mendengar kabar tersebut, berguncanglah tanah yang ia pijak. Singkat cerita ketika perang yang dipimpin dibawah komandan Khalid bin Walid menang, muncullah rasa penasaran yang ada pada diri Khalid. Panglima tersebut bertanya “engkau yang selama ini membuat kami penasaran dan heran. Aku ingin kau membuka kain yang menutupi wajahmu dan beritahulah kepada kami siapa kamu sebenarnya.” Namun Khaulah hanya diam, sehingga Khalid pun naik darah dari tatapan amarah. Melihat hal itu, Khaulah menjawab “bukannya aku enggan untuk menjawab pertanyaanmu, tetapi aku malu padamu wahai panglima, maafkan atas diamnya diriku terhadapmu.” Khalid pun bertanya “jika sepeerti dirimu sebenarnya?” Khaulahpun menjawab “aku adalah Khaulah binti Al-Azwar. Sebenarnya aku bersama para wanita yang lain, kemudian aku mendengar beritabahwasannya saudaraku Dhirar tertangkap. Akupun berangkat ke medan pertempuran seperti yang engkau lihat saat ini dan berharap dapat menemukan saudaraku yang ku cintai.” Mendengar hal tersebut, Khalid bin Walid pun sangat terkagum-kagum. Kemudian memerintahkan semua pasukannya untuk kembali menyerang pasukan romawi di bawah pimpinan Rofi’ bin Umairoh demi menyelamatkan saudra Khaulah.
Dan seterusnya Khaulahpun ikut serta dalam setiap pertempuran dalam menaklukan kerajaan berikutnya, dan hal itu atas restu dan izin dari panglima Khalid bin Walid. Ia pun terus menjadi pejuang Islam yang gagah berani bersama pasukan muslimin lainnya.

Author Description

admin