Jati Diri Muslim Millennial

Jati Diri Muslim Millennial

Generasi muda adalah penentu perjalanan suatu bangsa, maju tidaknya suatu bangsa tergantung pada generasi mudanya, generasi muda diakui perannya sebagai ujung tombak untuk kemajuan masyarakat. Kita bisa melihat kilas balik sejarah, di tangan pemudalah terjadi perubahan yang mampu menumbangkan rezim diktator, mengganti orde lama menjadi orde baru hingga kini masuk ke dalam kabinet kerja.Terlepas apa yang mendasari mereka semua, kita mengakui bahwa remaja adalah agent of change.
Di indonesia sedang marak mengenai generasi millennial atau kita kenal generasi y. Apakah generasi millennial itu?. Generasi millenial adalah terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan dunia di berbagai bidang. Millenials adalah kelompok demografis setelah generasi X.Yang mencolok dari generasi millennial ini dibandingkan generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop atau musik, kehidupan generasi millennial tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi terutama internet, gadget, entertaiment / hiburan sudah menjadi menjadi kebutuhan pokok.
Dunia informasi dan telekomunikasi yang canggih telah membawa banyak perubahan bagi generasi muda, dimuali dari cara berkomunikasi, berbagai kemudahan terhadap akses informasi sampai cara berfikir sampai respon kita terhadap permasalahan yang ada. Selama perubahan ini menguntungkan kita tentu tidak perlu dikhawatirkan, layaknya permukaan koin perubahan tentunya bukan hanya memberikan keuntungan disisi lain juga membawa dampak yang negatif, dengan banyak kemudahan yang ada akibat kemajuan teknologi ini terkadang membawa kita menjadi makhluk yang bodoh dan cenderung pemalas. Selain itu terbukanya portal portal informasi di internet, maka terbukalah budaya serta ideologi dari berbagai dunia yang mampu mengancam moral dan keutuhan ideologi bangsa dan sinilah tantangan kita untuk bangkit dari kehancuran.
Bicara bagaimana kondisi umat islam di tengah zaman yang rentan ini? harus lebih cermat terhadap gerakan musuh islam dalam memerangi islam adalah dengan menghancurkan generasi mudanya terlebih dahulu. Caranya adalah mereka gencar dalam memamerkan budaya yang bertentangan dengan ajaran islam hingga generasi muslim tertarik dan terjerumus di dalamnya. Bila generasi suatu umat atau bangsa rusak maka tidak perlu menggunakan perang senjata dan angkatan perang yang jelas akan menghabiskan banyak biaya. Dan hal inilah yang dipesankan oleh Napoleon Bonaparte ketika Dia dan pasukanya memenangkan perang salib melawan umat muslim.
Berkaca pada sejarah, salah satu faktor melemahnya Islam adalah runtuhnya kekuasaan khalifah di berbagai kekuasaan islam di dunia pada zaman keemasan islam. Ada 2 nilai inti dari konsep khalifah ini yang nilainya hilang dari pemuda islam saat itu : Pertama, nilai pemahaman pemuda islam dari konsep-konsep keislaman, yang kedua adalah memudarnya nilai penerapan dari nilai nilai yang telah di wariskan kepada pemuda islam.
Kelemahan pemahaman ini antara lain berkenaan dengan nas-nas ajaran islam dan ketidaksesuaian praktik ajaran islam dalam realitas kehidupan. Selain itu pelemahan itu sendiri diperparah dengan intensifnya srrangan budaya barat, maupun hallyu ( budaya korea ) yang sekarang tengah marak di perbincangkan oleh kalangan pemuda indonesia yang sejatinya sangat bertentangan dengan peradaban islam itu sendiri. Masuknya budaya dan peradaban ini meliputi setiap aspek kehidupan pokok generasi millenial.
Cara meyakinkan umat islam dengan ideologi mereka juga terkesan unik dan halus. Mereka menyampaikan peradaban atau budaya yang mereka bawa tidak bertentangan dengan ajaran islam, mereka meyakinkan bahwa peradaban mereka tidak akan menghapuskan peradaban islam di masyarakat, hingga lambat laun pemahaman umat terhadap islam semakin melemah.
Begitupun dengan pemuda muslim di indonesia jauh dari kata baik, pasalnya mereka terlalu banyak mengadopsi budaya. Mereka terlena hanyut dalam arus globalisasi hingga lupa dari mana mereka berasal. Mulai cara berpakaian, tingkah laku, sopan santun seakan hilang bertahap dari jiwa muda muslim di indonesia. Di sisi lain bertambah buruk dengan pemanfaatan waktu yang kurang. Generasi millenial cenderung menghabiskan waktu menatap gadget mereka, karna tidak ingin ketinggalan informasi mengenai idola mereka di sosmed.
Konteks jati diri muslim seharusnya tidak goyah dengan adanya teknologi ini, karenanya generasi millnnial harus mampu menjada kualitas diri dan iman , adapun ada 3 hal terkait prioritas generasi muda muslim dalam pmanfaatan teknologi.Yang pertama adalah dunia spiritual, dimana kita senantiasa membiasakan diri untik sekedar membaca alquran entah itu satu atau dua ayat, juga artikel tentang islam, yang membantu meningkatkan penetahuan tentang ajaran islam, yang kedua di dunia nyata, mestinya generasi millenial senantiasa melakukan hubungan sosial dengan sekitar, entah itu untuk membahas isu isu islam maupun yang terjadi dengan sekitarnya yang akan menjadikan pemuda yang kritis, dan tidak menjadi Muslim yang anti-sosial. Yang ketiga tugas muslim di dunia digital adalah berdakwah, inilah pemanfaatan yang luar biasa dari teknologi, melihat banyaknya generasi millennial yang tertarik dan menggunakan sosial media, dapat kita manfaatkan untuk menjadi ladang amal dan kebaikan yang bagus untuk menyebarkan informasi mengenai islam, seperti halnya budaya asing yang mampu menyusup dan melemahkan muslim sebelumnya, kini kita juga mampu melakukan hal yang sama, melawan dan juga membangkitkan semangat keislaman yang pernah padam pada generasi millenial.

Author Description

admin