Jangan Baik Sendirian

Jangan Baik Sendirian

Assalamu’alaikum, ikhwah fillah!

Seperti yang kita tahu, umat islam itu sangat banyak dan tersebar di seluruh belahan dunia. Per 2020 ada total 1.8 milyar muslim di seluruh dunia. Umat islam identik dengan gelar “Rahmatan Lil ‘Alamin” atau menjadi rahmat bagi semesta alam. Jadi , dimana ada umat islam disitu pasti ada keberkahan hidup. Tapi relate ngga ya dengan kondisi sekarang? Dengan jumlah umat muslim sebanyak itu, kenapa keburukan dan kejahatan masih merajalela? Kemungkaran dan kedzoliman ada dimana-mana. Mirisnya pelakunya banyak yang muslim. Mereka berpendapat “Fokus hidup kamu sendiri aja, ibadah yang rajin, kitatuh ngga usah ngurusin orang. InsyaaAllah kalau kita shalih, pasti masuk syurga kok.” Lalu apa opini itu benar? Apa benar seorang muslim boleh berpikir seperti itu? Meskipun menjadikan diri sendiri shalih, tapi tidak peduli dengan kondisi orang yang banyak melakukan kemungkaran itu adalah sifat apatis yang bukan mencerminkan seorang muslim sejati.

Dilihat betapa rusaknya hidup umat islam saat ini. Ternyata walaupun secara kuantitas banyak, secara kualitas kita masih jauh. Ditambah lagi umat sedang digempur di semua sisi kehidupan. Bukan perang fisik, tapi perang pemikiran atau “Ghazwul Fikr”. Pemikiran-pemikiran yang berhasil merasuki tubuh umat islam diantaranya sekularisme kapitalisme.

Sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Inilah yang menyebabkan umat menganggap islam sebagai agama ritual atau ibadah saja. Padahal sebenarnya islam mengatur seluruh aktivitas manusia mulai dari bangun tidur bahkan sampai bangun negara. Karena menganggap islam hanya mengatur masalah sholat, puasa dan zakat, umat islam saat ini melaksanakan kehidupan sehari-hari berdasarkan pada kata hati alias feeling, bukan ajaran islam. Akhirnya kita sering kali hanya mengambil sebagian dari perintah Allah dan mengabaikan sebagian yang lain. Sholatnya sih oke, tilawahnya lancar, tapi cuek-bebek sama kondisi orang lain dan cuek terhadap dosa yang kita lakukan sendiri. Sadar atau tidak, pemikiran merusak seperti sekularisme ini yang menyebabkan kekuatan umat islam terpecah-pecah dan tidak paham sama agamanya sendiri, sehingga tidak berdaya menghadapi serangan pemikiran yang sedemikian masifnya. Hal ini sudah terjadi selama seabad terakhir. Sejak runtuhnya khilafah pada tahun 1924. Daulah terakhir yang menerapkan syariat islam di dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Minimnya kepedulian dan mengingatkan sesama akan perintah dan larangan Allah membuat makin banyak manusia-manusia yang tidak paham akan islam dan malah bangga dengan dosanya. Apalagi kondisi ini diperparah dengan lemahnya negara dalam memelihara keimanan dan sanksi yang tidak tegas. Seperti koruptor yang tidak pernah dihukum dengan hukuman yang pantas. Pezinah dan aborsi semakin marak. Melihat banyaknya kemungkaran yang begitu parah , ngga bisa dong kita cuma mikirin diri sendiri, atau jadi shalih sendiri.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 25 :
وَاتَّقُوۡا فِتۡنَةً لَّا تُصِيۡبَنَّ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡا مِنۡكُمۡ خَآصَّةً‌ ۚ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ‏
Artinya : “ Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. “

Ayat ini menjelasakan kalau Allah akan menimpakan azab kepada siapapun,ikhwah. Termasuk orang shalih yang tidak berusaha mengubah keburukan di sekelilingnya ketika ia hidup. Memilih untuk diam dan tidak melakukan apapun untuk memperbaiki apa yang rusak, membersihkan apa yang kotor, dan meluruskan apa yang menyimpang. Maka meraka akan terkena azab, seperti azabnya orang-orang dzolim pada masa itu. Subhanallah..

At-Thabari menyampaikan sebuah riwayat dari Ibn ‘Abbas tentang ayat ini, Ibn ‘Abbas berkata: “Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran yang tampak di hadapan mereka, jika demikian (tetap mendiamkan) maka Allah akan menimpakan azab yang berlaku umum.” Dalam tafsir al-Baghawi, ada tambahan redaksi terhadap pernyataan Ibn ‘Abbas ini, yaitu: “yang akan menimpa orang yang berlaku zalim dan yang tidak.”

So, membebaskan negeri ini dari azab yang pedih serta memperbaiki kerusakan butuh adanya aktifitas “Amar Makruf Nahi Munkar” alias berdakwah , ikhwah fillah. Karena sebenarnya dakwah inilah yang akan mengembalikan seluruh ajaran islam sebagai landasan hidup. Semua itu butuh kepedulian, kepekaan dan kontribusi kita dalam berdakwah. Oleh karena itu kita ngga bisa baik sendirian yaa ikhwah fillah … Keep Hamasah!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Author Description

admin