AL QIYADAH WAL JUNDIYAH

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2019/10/1.jpgAL QIYADAH WAL JUNDIYAH

Prinsip Perjuangan

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Dalam kondisi kita sebagai seorang muslim, dan tentunya senantiasa bergerak dalam konteks hidup islam, seperti tercantum dalam alquran surat Ali Imran ayat 103. Kita harus memahami prinsip tersebut, yaitu prinsip amal jama’i.

Amal jama’i erat kaitannya dengan kesatuan gerak (Organisasi), Setiap Organisasi, bangsa ataupun negara, pasti memiliki asas untuk mencapai tujuan , dan Pemimpin maupun anggota dalam kelompok itu harus bergerak sesuai dengan asas yang telah dibentuk.

Manusia diciptakan di bumi sebagai pemimpin untuk memimpin segenap hamba Allah. Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap pemimpin tentang kepemimpinannya dan semua akan dihisab.

Dalam satu jamaah, pimpinan mempunyai amanah dan beban yang sangat berat..

Berat dan besarnnya tanggung jawab pimpinan, ditentukan oleh besarnya cita-cita dan tujuan yang akan dicapai. Dan tanggung jawab pimpinan menjadi besar karena semakin benyaknya jumlah anggota jamaah.

Amanah pimpinan memang sangat berat karena ia bertanggung jawab memberikan arahan kepada setiap anggota untuk menjalankan langah-langkah gerakan dan mencapai hasil di bidang dakwah. Amanah pemimpin ini berat karena seluruh umat Islam yang berjuang menaruh harapan dan meletakkan cita-cita kepadanya.

Maka Tarbiyah dan Semangat kesadaran umat Islam menjadi Kunci, sebab sangat diperlukan untuk keselamatan Barisan (Shaff) dan keistiqamahan pemikiran.

Setidaknya ada 8 Hal Penting yang harus dimiliki & Dipahami oleh seorang pemimpin :

  1. Pemimpin harus ikhlas karena Allah semata,dan selalu jujur serta dalam koridor kebenaran.
  2. Pemimpin harus memiliki sikap ihsan, (peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah yang terus menerus setiap waktu)
  3. Pemimpin hanya memohon pertolongan & perlindungan kepada Allah dalam setiap keadaan dan aktivitasnya.
  4. Pemimpin Harus memiliki rasa tanggung jawab besar yang menjadi benteng dalam istiqomah menjalankan amanah.
  5. Pemimpin harus sadar akan pentingnya Tarbiyah (pendidikan), dan persiapan kader yang berkualitas.
  6. Pemimpin harus dapat merencanakan program dengan tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana sesuai dengan kemampuan.
  7. Pemimpin harus selalu bersungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita dakwah, mengukuhkan, dan membangkitkan tekad serta harapan kepada setiap anggotanya.
  8. Pemimpin harus menjadikan Rasulullah sebagai teladan tertinggi, sebab pemimpin dakwah adalah Rasulullah.

Karakter dakwah Islamiyah pada saat ini mewajibkan setiap Muslim bergerak dan berusaha mewujudkan seluruh tuntunan Islam. Dengan menjadikan Rasulullah sebagai teladan tertinggi, maka pemimpin harus mengikuti jejak-jejak Rasulullah dalam memimpin.

Sesungguhnnya kaum muslimin merupakan satu kesatuan yang bergerak dan berjuang bersama untuk Islam. Oleh karena itu, setiap pribadi muslim yang menjadi (jundi) anggota semestinya totalitas berkontribusi dalam mewujudkan kesatuan umat dan tegaknya islam. Persiapan anggota (Jundi) ini bukanlah hal yang instan, namun dilakukan tahap yang detail secara berangsur-angsur (tajarrud) melalui tahap pengenalan (ta’rif), pembentukan (takwin) dan pelaksanaan (tanfidz) agar terbentuk pribadi muslim yang lurus akidahnya, benar ibadahnya, berakhlak mulia, berpikiran cerdas, bijak, berbadan sehat dan kuat serta berguna bagi manusia, mampu bergerak dan berjuang, berdiplin dalam segala hal, menjaga waktunya, bermujahadatun-nafs dan memiliki faktor-faktor asasi sebagai pejuang muslim.

Bersyukurlah kita dengan apapun amanah yang kita pegang saat ini, baik itu sebagai Qiyadah (Pemimpin) ataupun sebagai Anggota (Jundi), karena dengan bersyukur niscaya akan meningkatkan keimanan kita kepada Allah, yang dengan itu niscaya meningkat pula Semangat kita dalam berjuang menjalankan amanah saat ini.

Hanya kepada Allah semuanya kita kembalikan Dia Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji Kita, siapa di antara kita yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Allahu a’lam bishowab

Author Description

admin