Ukhuwah Itu Menguatkan

Ukhuwah Itu Menguatkan

Oleh: Irna Nurhidayah
Korwat Islamic Mentoring Club FSI AL-Biruni 2018

Jarum jam masih terus berputar. Waktu kian memperlihatkan kecepatannya. Fase-fase kehidupan tak terasa telah kita lewati, dari masa kanak-kanak yang belum mengerti apa itu beban hidup, masa ke-alay-an yang begitu memalukan karena baru mengenal sosial media dan ingin narsis, hingga saat ini, masa dimana kita berani untuk berhijrah. Masa dimana kita seharusnya menyadari bahwa apa yang kita tanam saat ini adalah apa yang akan kita dapatkan di kemudian hari.

Saat ini, dari serangkaian panjang perjalanan hidup, dari berbagai macam rintangan yang dihadapi, suka-duka perjuangan masa-masa sekolah, hingga saat ini kita sampai di dermaga kehidupan yang menyadarkan kita bahwa hidup bukan hanya sekedar kuliah-pulang-kuliah-pulang. Tapi, lebih dari itu, sebagai aktivis yang dituntut untuk memikirkan orang lain, memberi kebermanfaatan kepada orang lain.

Kuliah dan berorganisasi. Kita yang memilih jalan sebagai seorang aktivis atau organisatoris adalah orang-orang terpilih yang berani menanggung resiko, berani menjadi mahasiswa anti-mainstrem. Tapi, terkadang kita lupa untuk menyeimbangkan keduanya. Bahkan semangat yang awalnya menggebu-gebu perlahan luntur, bukan karena kita tidak mampu, melainkan karena ketidakpandaian kita dalam me-manage waktu dan keadaan. Lelah, iya. Pusing, iya. Ingin rasanya mundur. Ingin rasanya menghilang dari keramaian Whatsapp. Semua itu mungkin sering menggerayangi pikiran kita.

Padahal, didalam kehidupan kita sebagai aktivis ada satu hal yang bernama, ukhuwah. Ukhuwah itu berarti persaudaraan. Seharusnya kita bersyukur punya kawan-kawan yang selalu mengingatkan kita dalam kebaikan. Terlebih yang terjun dalam Lembaga Dakwah. Kita punya kawan-kawan yang mungkin masalah mereka lebih banyak dari kita tetapi mereka bisa selalu memberikan yang terbaik pada setiap hal dalam kehidupannya. Di tengah-tengah hiruk pikuk kesibukannya, mereka tidak pernah melupakan Allah. Kesehariannya tak luput dari mengingat Tuhannya. Seharusnya kita bersyukur. Jangan lemah. Lihat mereka yang bahunya selalu gagah dalam setiap agenda kebaikan, dalam menerima panggilan-panggilan kebaikan. Mereka, kawan-kawan kita di jalan ini.

Ukhuwah itu menguatkan. Kawan-kawan kita di jalan ini adalah karunia dari Allah yang amat besar untuk kehidupan kita. Genggam tangannya erat. Jangan kau lepas.

Jika bersama-sama saja kau serapuh ini, bagaimana jika kau seorang diri? (KH. Rahmat Abdullah)

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation