TAK TERKENAL DIBUMI, NAMUN TERKENAL DILANGIT

TAK TERKENAL DIBUMI, NAMUN TERKENAL DILANGIT

TAK TERKENAL DIBUMI, NAMUN TERKENAL DILANGIT

Oleh: Hafidz Icksan P – Squad IMC FSI Al-Biruni 2018

Seorang manusia bisa saja bangga ketika terkenal di seluruh dunia. Namun hal itu tidak menjadikan dirinya jaminan terkenal diantara penduduk langit. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa di langit ada ribuan malaikat yang selalu mengucapkan kalimat pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Apalagi dengan singgahsana Allah disana, hal itu membuat kedudukan langit menjadi sangat special dalam Agama Islam. Namun ternyata ada salah satu manusia yang sangat terkenal oleh penduduk langit. Dia adalah Uwais Al Qarni

Dia bukan artis, bukan selebritis dia hanya seorang pengembala kambing miskin dan sudah yatim. Namun, Rasulullah SAW mengatakan bahwa penduduk langit mengenalnya. Bahkan do’anya selalu dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pemuda yang berasal dari Negeri Yaman ini menderita penyakit kopak atau tubuhnya belang – belang. Hidupnya begitu menderita, namun Ia tidak pernah mengeluh dan menjalani ujian dengan sabar. Dengan kondisi tersebut Ia tidak menjauhkan diri dari Allah, justru Ia tubuh menjadi pemuda yang shalih dan sangat berbakti kepada satu – satunya orang tua yang dimiliki yakni sang ibu. Ternyata kondisi ibunya sudah memperhatinkan, Ibunya yang sudah tua tersebut menderita lumpuh sehingga membutuhkan Uwais untuk merawat dan memenuhi semua permintaan.

Salah satu permintaan ibunya yang sudah tua ialah ingin berhaji ke tanah suci. Bagaimana mungkin Uwais yang miskin itu mampu memberangkatkan sang ibu berhaji? Sementara untuk bisa sampai kesana harus melewati gurun pasir tandus yang panas dengan perbekalan yang tidak sedikit. Namun dengan kekuasaan Allah tentu memiliki cara untuk mengundang hamba – hamba pilihan-Nya.

Uwais Al Qarni terkejut dengan permintaan ibunya, namun Ia tidak patah arang. Ia berfikir bagaimana cara mencari jalan keluarnya. Kemudian ia membeli seekor anak lembu. Ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap hari uwais mengangkat lembu tersebut naik turun bukit, bahkan sebagian orang memandang kalau uwais ini gila. Namun lama kemudia ini merupakan cara agar uwais kuat menggendong sang ibu. saat musim haji tiba, ia benar benar menggendong sang ibu dari yaman menuju mekkah. Masya Allah begitu besarnya kasih sayang Uwais kepada sang Ibu. sampai sampai uwais tetap tegap menggendong ibunya untuk tawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat baitullah.

Subhanaallah, itulah keinginan uwais yang tulus dan penuh cinta, Allah SWT pun memberikan karunianya, uwais seketika itu disembuhkan dari penyakitnya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya.

Sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW
“sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara dan banya bertanya demikian pula memboroskan harta”
(HR. Bukhari No. 5975 dan Muslim No. 1715)

Semoga kisah ini menjadi inspirasi untuk saya selaku penulis dan untuk kalian para pembaca, agar kita senantiasa berbakti kepada orang tua. Amiin

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation