“Sudahkah Kita Mengenal Allah?”

WhatsApp Image 2017-03-28 at 11.50.23
WhatsApp Image 2017-03-28 at 11.50.55[Rilis PRAKTEK #2, 23 Maret 2017]

Pemateri : Ustadz Ibrahim Saleh, Lc

Waktu : 16.00 s.d. 17.50

Tempat : Arena Prestasi IKK

Peserta : 86 Peserta

“Sudahkah Kita Mengenal Allah?”
(Tadabbur QS. Al-Ikhlas)

Ayat 1: Qul hu wallaahu ahad.
“Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa”.”
– Dialah Allah yang menciptakan segalanya di alam semesta, yang di langit dan di bumi terdapat pada Tauhid pertama yaitu Tauhid Rububiyah.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah:5)
– Nabi selain Nabi Muhammad diutus hanya untuk kaum tertentu, sedangkan Nabi Muhammad diutus untuk seluruh manusia. Untuk menyampaikan kepada manusia, bahwa ada pencipta yang harus disembah.
– Perbedaan kata Rabb dan illah adalah, Rabb (penciptaan) sedangkan Illah (penyembahan).

Ayat 2: Allahush shomad.
“Allah tempat meminta segala sesuatu.”
– Apakah Allah benar-benar ingin disembah?
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat:56)
– Kenapa Allah ingin disembah?
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ
“Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”. (QS. Yunus:108)
Allah tidak butuh ibadah maupun ketaatan kita. Tapi Allah menyeru kepada hamba-Nya untuk menyembah-Nya karena manusia adalah makhluk yang fakir.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)
Barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka dia bersyukur pada dirinya sendiri.

Ayat 3:Lam yalid walam yuulad.
“Tidak beranak dan juga tidak diperanakkan.”

تَكادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرنَ مِنهُ وَتَنشَقُّ الأَرضُ وَتَخِرُّ الجِبالُ هَدًّا ﴿٩٠﴾ أَن دَعَوا لِلرَّحمٰنِ وَلَدًا ﴿٩١﴾ وَما يَنبَغى لِلرَّحمٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا ﴿٩٢﴾
Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.”
– Ucapan “Selamat Natal” termasuk perbuatan yang dilarang. Karena natal berarti mengucapkan selamat kelahiran Isa, orang kafir mengatakan Isa anak Tuhan, padahal Allah tidak beranak.

Ayat 4: Walam yaqullahu kufuwan ahad.
“Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
– Allah itu satu dan tidak ada tandingan bagi-Nya.