Sikapmu Adalah Cerminan Ibadahmu

http://www.fsialbiruni.org/wp-content/uploads/2018/06/1fa926be-d6ef-4e7b-9699-a725f82cbe5f-1.jpgSikapmu Adalah Cerminan Ibadahmu

Oleh:
Arkey Pambudi Akbar
Squad HAMAS FSI Al-Biruni 2018

Kepribadian seorang muslim tidak terlepas dari yang namanya sikap yang mulia atau yang sering kita sebut akhlaqul karimah. Dimana seharusnya seorang muslim ini menjadi ujung tombak peradaban akhlak di muka bumi ini. Namun sebenarnya apa relasiibadah seseorang terhadap sikapnya? apakah ibadah yang kita amalkan selama ini memang menjadi tolak ukur terhadap sikap kita? Kali ini saya akan coba mensyarahkan sesuai dengan tuntunan Islam dan sekaligus menjadi muhasabah bagi saya sendiri.

Pada dasarnya manusia diciptakan tidak lain adalah hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, semua yang kita lakukan sehari hari haruslah bernilai ibadah di sisi-Nya karena semua itu pastinya meningkatkan iman kita kepada Allah SWT dan juga mengantarkan kita kepada sikap atau akhlak yang mulia yang di dalam Al-Qur’an Allah berfirman :
“(yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan yang meninfakkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka.” (QS. Al-Anfal : 3)
“Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman…”(QS. Al-Anfal : 4)

Jika iman ini sudah membuat kita semakin takut kepada Allah yang membuat diri kita selalu diawasi oleh-Nya, maka setiap sikap atau akhlak yang kita lakukan sehari-hari seharusnya semakin terjaga. Mulai dari pandangan kita yang diperintahkan Allah untuk melihat yang baik seperti dalam surat An-Nur:30 untuk laki-laki dan ayat 31 untuk perempuan,di sini Allah sangat menguji keimanan kita lewat pandangan. Kemudian lisan kita, yang sebagaimana rasulullah SAW bersabda dari Abu Hurairah ra:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (Hadits shahih riwayat Bukhari No.6018 dan Muslim no.47)

Setelah lisan, lalu pendengaran kita. Coba kita renungkan, sudahkah telinga kita sejauh ini digunakan untuk mendengar yang baik? Yang jauh dari perbuatan yang tidak disenangi Allah semisal mendengar ghibah dan lain sebagainya. Maka semua yang Allah karuniakan kepada kita ini merupakan amanah yang harus kita jaga yang pada poinnya adalah untuk meningkatkan keimanan kita.
Perbuatan iman terkadang terkait dengan hak-hak Allah, seperti mengerjakan kewajiban (ibadah) dan meninggalkan larangannya. Dan termasuk dalam cakupan perbuatan iman ialah yang paling baik akhlaknya
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, bahwasannya beliau bersabda:
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim).

Begitulah bagaimana ibadah yang berbuah keimanan mentarbiyahsikap dan akhlak kita.Hal terburuk yang mungkin terjadi ialah ibadah shalat misalnya, yang kita amalkan selama ini tidak memberi feedback kepada kita berupa akhlak yang baik.
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).
Karena jangan sampai kita terkesan tertipu dengan amalan kita sendiri, sudah melakukan kelima rukun islam tetapi akhlak masih belum bisa dicontoh dan lain sebagainya. Yang demikian ialah orang yang tergolong sangat rugi di hari kiamat kelak. Bahkan rasulullah SAW mengatakan orang tersebut merupakan orang yang bangkrut (muflis) dengan amal perbuatannya.

Maka dalam hal ini rasulullah SAW telah bersabda:
“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman..”
(Hadits shahih riwayat muslim no. 6522)

Dengan demikian ibadah yang kita amalkan selama ini seharusnya mencerminkan kepribadian dan sikap kita. Dan apabila masih berbuat zalim terhadap sesama maka ada yang salah dalam ibadahnya entah itu kurang hadirnya keikhlasan beribadah dan lain sebagainya. Semoga kita terhindar dari hal tersebut dan Allah azza wa jal mengampuni dosa kita Aamiin Allahumma aamiin
~Wallahu a’lam bish shawab~

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation