Seperti biasa, Hatimu Luar Biasa

Oleh : Nisrina Hasna Nabilah
Kepala Departemen PSDM BEMP Manajemen Pelabuhan 2018

Dalam kesakitan, teruji kesabaran.
Dalam perjuangan, teruji keikhlasan.
Dalam ukhuwah, teruji ketulusan.
Dalam tawakal, teruji keyakinan.
Dalam keadaan apapun sebenarnya kita sedang di uji,
Saat senang , kita di uji… akankah kita sanggup untuk tidak kufur?
Saat susah, kita di uji… akankah kita pandai untuk bersyukur?

Ada saatnya dimana kita tidak merasa bahwa ada luka yang sedang basah. Yang kita tau banyak orang di sekitar kita yang membuat kita terus tertawa dan lupa dengan segala rasa sakit yang meradang.

Namun ada juga saatnya dimana kita akan berada di tempat yang sepi, kelam, sendiri, tersudut dan merunduk. Merasa bahwa semua orang telah menyalahkan keputusanmu. Semua orang menuntut keberhasilanmu. Semua orang menanyakan hal-hal yang tidak bisa kamu jawab sendiri.

Semua itu akan terjadi dalam hidup kita. Tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya dengan elegan. Dan percaya penuh pada Allah bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan menyusahkan kita, tidak akan menjatuhkan kita. Kecuali kita sendiri yang melemahkan hati dengan keluhan dan perasaan dengki.

Beberapa hari yang lalu aku sempat tertawa terbahak-bahak, menyusun mimpi dengan sangat rapi, sembari meyakininya akan terwujud perlahan dan pasti. Semua elemen di semesta begitu mendukung kebaikan dan kebahagiaan hidupku. Bahkan kebaikan Allah pun mengucur deras tanpa hambatan.

Hingga akhirnya detik ini, aku bertemu dengan kabar dan kenyataan yang membuat jantungku berdebar lebih hebat. Kepalaku mendadak pusing. Badanku melemas. Hatiku sakit, terasa sekali terhantam keras. Dan tidak terasa air mataku pun mengalir deras.

Kenyataan ini merubah 180 derajat keadaan hidupku. Tidak butuh satu bulan. Hanya berselang satu hari semuanya berubah. Aku marah, aku sedih, aku kecewa. Rasanya siapapun yang ada di sekitarku ingin aku salahkan. “Semua karena dia, karena mereka. Coba aja kalo kamu gak gini. Coba aja kemarin kalian gak ambil itu.”

Karena begitu kacaunya diri ini, sampai-sampai aku lupa bahwa dalang dari kenyataan yang mengejutkan itu adalah diriku sendiri. Ada sesuatu yang salah dengan hidupku. Dan Allah sedang menegurnya. Tapi aku mendadak “hilang ingatan”.

Karena yang aku tau adalah hatiku sedang hancur dan air mataku terus mengucur.

Semoga Allah memudahkanku untuk menata kembali puing hati yang sudah berserakan. Setelah menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan.
Setelah rasa sakit luar biasa yang menghantam hati ku, aku yakin ada takdir terindah yang Engkau siapkan untuk ku.

Ya Allah,
Maafkan aku yang terus saja menangis, mengeluh. Mempertanyakan skenario indah yang Engkau susun jauh sebelum tangisan pertama ku di muka bumi ini. Aku begitu lemah, dan Engkau Maha Kuat. Hanya Engkau yang memberiku kekuatan hingga aku masih bertahan sampai detik ini.
Rasa sakit ini sungguh mengusik, meski mungkin tak seberapa dari rasa sakit yang Engkau timpahkan pada Hamba-Mu yang lain..
Ajari aku ilmu Ikhlas agar Ikhlas menerima semua garis takdir ku yang telah Engkau tetapkan.
Kuatkan hati ku yang terus saja rapuh.
Kuatkan kedua kaki ku agar tak berlari jauh dari-Mu.
Aku Hamba-Mu yang penuh kepasrahan hanya pada-Mu.
Izinkan aku tetap mengucap syukur Akan semua cinta kasih-Mu.
Engkau Maha Besar. Engkau sutradara terbaik dimuka bumi ini. Engkau penulis skenario paling sempurna. Jadikan aku Hamba-Mu yang semakin mencintai-Mu dengan rasa sakit ini.
Semoga setiap ketetapan-Nya bisa kita terima dengan lapang, dan memaknai segalanya sebagai pembelajaran.

Kesulitan dan ujian hidup manusia adalah kepastian namun untuk bersedih atau tetap sabar menjalaninya itu pilihan.
Pilihlah sesuatu yang membuatmu tumbuh menjadi seseorang yang lebih mulia.

Karena tidak semua orang Allah beri kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan hidup yang berat.
Dan Allah, memilihmu karena Allah percaya bahwa kamu akan menjadi seseorang yang lebih hebat.
Allah sebaik-baiknya sutradara, dibalik naskah-naskahnya, ada peran hebat yang Allah rencanakan, untuk kita perankan dalam kehidupan.

Allah ﷻ berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 28)

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation