NABI MUHAMMAD SEORANG “RASUL YANG BUTA HURUF”

NABI MUHAMMAD SEORANG “RASUL YANG BUTA HURUF”

NABI MUHAMMAD SEORANG RASUL YANG BUTA HURUF
Oleh: Hernawati Marliana

Dalam tulisan saya akan membahas mengenai Nabi Muhammad yang buta huruf.Dan timbulah sebuah pertanyaan yang mungkin akan membuat orang ragu. Benarkah Rasul kita yang merupakan teladan bagi manusia adalah seorang yang buta huruf ? Benar, begitulah sejarah yang mungkin sering kita dengar dari para ustad.Bahkan Rasul tidak pernah membaca kitab suci Al-Qur`an dan apalagi menulisnya. Ternyata benar adanya, dan kebenaran ini diterangkan dalam Al-Qur`an.

QS.Al-Ankabut (29) :48 Artinya :“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andai kata (kamu pernah membaca dan menulis) , benar–benar ragulah orang yang mengingkari(mu).

Kita telah mendapatkan jawaban bahwa benar Nabi Muhammad merupakan Rasul yang Buta Huruf. Lantas timbul pertanyaan, mengapa Rasul mesti buta huruf ? Nabi Muhammad dianggap sebagai nabi yang tidak memiliki persyaratan sebagai seorang Rasul dan sering mengalami ejekan dari orang-orang kafir. Nabi yang mendapatkan kitab memilliki mukjizat hebat seperti Nabi Isa yang dapat menghidupkan orang mati dan Nabi Musa yang memiliki tongkat dahsyat dapat membelah lautan. Lantas orang-orang kafir mempertanyakan mukjiat Nabi Muhammad dan bukti kenabian beliau. Mereka tidak mengetahui bahwa Nabi Muhammad memiliki mukjizat yang tidak langsung dipertontonkan kepada orang kafir. Mukjizat itu terdapat pada kitab Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia pada akhir zaman.

Kemudian yang menjadi bukti kenabian beliau, Allah telah memberitahu kenabian beliau pada kitab-kitab terdahulu yang menyebutkan akan lahirnya seorang nabi bernama Ahmad yaitu Muhammad. Bukankah itu bukti yang nyata ? Namun, hal ini masih ditentang oleh mereka, bahwa kitab Al-Qur’an bukanlah mukjizat melainkan hanya sebuah mimpi yang kacau dari seorang manusia bernama Muhmmad dan mengatakan Nabi sebagai seorang syair yang mengada-adakan kitab.

Dalam hal ini Allah telah memberi pembelaan untuk meyakinkan mereka dan terdapat pada ayat-ayat Al-Qur’an. Pertama Allah meyakinkan Nabi Muhammad bahwa ia telah menerima wahyu dari Allah. Bahwa ini bukan sebuah mimpi yang kacau seperti yang mereka tuduhkan. Karena itu Allah membuat Rasul untuk tidak merasa ragu sedikitpun yang tertulis dalam QS.Yunus(10):94.

Yang kedua Allah melakukan pembelaan terhadap serangan orang kafir yang mempertanyakan Al-Qur’an. Tertulis dalam QS.Al-Furqon(25):4 yang menjelaskan bahwa
Terkesan terdapat kebingungan diantara orang kafr,mereka mengejek Nabi seorang yang tidak bisa baca tulis akan tetapi mereka juga heran kenapa Nabi bisa mengerjakan Al-Qur’an yang menurut mereka memiliki nilai sastra yang sangat tinggi. Karena itu mereka sempat menyebut Nabi sebagai seorang penyair. Tetapi mereka membantahnya sendiri dan menuduhnya dibantu oleh orang lain yang pandai sastra dan ahli kitab.

Kemudian Allah memberi pembelaan lagi dalam QS.FushShilat(41):45 Allah membela Nabi bahwa tidak benar jika Nabi membuat Al-Qur’an dan dibantu oleh orang lain. Bahasa yang digunakan sangat berbeda. Bahasa para ahli kitab adalah bahasa non arab sedangkan dalam Al Qur’an menggunakan bahasa arab yang berkualitas tinggi dan berbeda dengan bahasa arab yang kebanyakan dipakai oleh masyarakat arab sendiri.

Bahkan Allah memberikan sebuah tantangan kepada mereka yang tertulis dalam QS. Hud(11):13. Jangankan sepuluh ayat, satu ayatpun mereka belum tentu bisa membuatnya dengan bahasa yang berkualitas tinggi. Kenapa mereka tidak bisa meniru ? Karena Al-Qur’an bukan buatan Nabi Muhammad yang seorang manusia. Terbukti sampai sekarang tidak ada satu orangpun yang dapat membuatnya sekalipun manusia bekerjasama dengan jin.

Tidak ada tantangan seperti ini yang tertulis dalam kitab suci manapun dalam sejarah manusia. ‘Kebenaran’ itu benar adanya dalam Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi Umat Manusia dan telah teruji kebenarannya. Bukan buatan manusia, melainkan datang dari Allah yang Maha Bijaksana.

#PenaFSI
#MutsaqafulFikri
#LearningCenter
#FSIAL-BIRUNI

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation