Mewaspadai ‘Pengkhianat Utsman’ dimasa kini dan mendatang

Mewaspadai ‘Pengkhianat Utsman’ dimasa kini dan mendatang

Tenang wahai Uhud, yang di atasmu adalah seorang Nabi, seorang shiddiq dan dua orang syahid-Riwayat Bukhari

 

Telah kita ketahui bersama bahwa dua orang syahid yang dimaksud yakni Khalifah al Rasyid Utsman bin Affan dan Umar bin Khattab, yang dimana sejak saat itulah khalifah Utsman begitu menantikan masa dimana ia Syahid. Mari kita tengok sedikit kisah yang menurut penulis meskipun sedih karena salah satu khalifah yang sangat mulia ini pada akhirnya wafat karena ulah pengkhianat yang terselubung dari yang terselubung, namun kemuliaanya tetap terjaga hingga hari ini.

 

Apakah setelah Utsman, umat berharap kebaikan

Orang terbaik yang berjalan dengan kaki

Khalifah Allah, memberi dan mencukupi mereka

Dengan emas, madu dan perak

(Mahmud al-Istanbuli)

 

Dimasa pemerintahan Utsman, rakyat hidup sejahtera, pemberian harta kepada rakyatnya berlangsung melimpah dan bermacam macam. Seorang ulama tabi’in berkata “aku menyaksikan penyeru Utsman berseru ‘Wahai manusia, berangkatlah untuk menerima pemberian kalian!’”. Lalu penyeru berseru ‘wahai manusia, berangkatlah untuk menerima rezeki kalian’ rezeki mengucur melimpah, tidak ada satupun mukmin yang takut kepada mukmin yang lain kecuali mereka membelanya, menolongnya dan menyayanginya.

Banyak masalah besar yang berhasil diselesaikan khalifah Utsman dimasa pemerintahannya, mulai dari kesejahteraan yang berhasil ditingkatkan secara merata, banyak negeri negeri Romawi yang berhasil dibuka, terbentuknya angkatan laut dan semua kaum muslimin telah tersatukan di atas satu mushaf.  Namun bukan berarti keadilan yang telah ditegakkan dengan benar tak memancing kerusuhan yang lain, kerusuhan yang memilukan karena hadir dari sejumlah orang yang pada mulanya setia dengan Islam, bahkan ikut berperang dalam beberapa perang besar, namun atas keegoisan harta dan jabatan, maka berbaliklah hati mereka, sehingga menjadi pemberontak yang mengacaukan politik dimasa khalifah Utsman, dan mereka bersenang diri atas kekacauan tersebut.

Laknatullah al Ghafiqi al Mishri dan para pengikutnya, dimana merekalah yang selama ini mendambakan wafatnya khalifah Utsman, al Ghafiqi ini merupakan kaki tangan Ibnu Saba’ yang juga telah bermasalah dengan Ali mengenai persoalan lahan. Al Ghafiqi ini merupakan pemimpin dalam penyerangan Madinah dari Mesir dengan jumlah personel kurang lebih enam ratus orang, sampai sampai hal ini menghalangi Utsman untuk menjadi imam di Masjid Nabawi, dan dengan celah inilah al Ghafiqi lah yang malah menjadi imam.

Hal tersebut hanyalah salah satu dari kedzaliman yang mereka lakukan terhadap khalifah Utsman dan para setianya, hal yang lain juga terjadi dimana penulis menyimpulkan bahwa kedzaliman bermula sejak pemberontak mulai tidak ikhlas menerima hukum yang ditimpakan atas kesalahan anak mereka, dan membenturkan dendam mereka pada al Walid bin Uqbah, yang tak lain adalah kepercayaan Utsman, kesetiaannya kepada 3 amir sebelumnya sungguh tak meragukan banyak umat muslim dimasa mendatang karena kapabilitasnya yang amat memadai. Al Walid difitnah minum khamr padahal yang terjadi tidaklah demikian, namun al Walid ialah pemimpin yang juga turut memimpikan apa yang Utsman impikan, tidak adaknya perang saudara antar mukmin, dengan segala tuduhan palsu yang ditimpakan kepadanya, ia pun ikhlas di lepas jabatannya oleh Utsman demi menjaga kedamaian, sungguh al Walid yang begitu dermawan dan transparan dalam politiknya saat kehilangan jabatanpun atas perkara yang tidak benar, masih terus bersabar.

Berbicara mengenai pemimpin yang sabar bahkan ketika ia sudah tak memiliki jabatan lagi merupakan hal yang sekarang sulit ditemui di banyak pemerintahan atau organisasi. Hal tersebut begitu sedikit ditemukan sampai sampai berita televisi setiap hari hanya menampilkan banyak kasus pemerintahan yang membuat malu masyarakatnya. Kasus yang ditampilkan pun masyarakat tidak mengetahui pihak mana yang benar maupun salah, sejak media menyeruak ke segala aspek, transparansi sebuah proses menjadi hal yang bukan urgen lagi. Dalam buku sejarah yang memuat banyak kisah yang rujukannya buku induk yang lain saja, kita belum sepenuhnya dapat memastikan apakah pada saat masalah itu terjadi pihak yang satu dengan yang lain benar benar seperti yang dituliskan dibuku, bisa saja kita semua mendapatkan kebenaran, namun juga bisa saja kita mendapat kepalsuan.

Pada kasus kasus masyarakat yang sering kita dengar tidaklah patut kita samakan dengan kasus yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, karena Rasulullah adalah manusia yang bahkan kemuliaanya diakui oleh orang diluar muslim, berikut 4 orang khalifah yang sangat bersahaja yang selalu dekat dengan beliau sangat berhati hati dalam bertindak dan mengucap, seperti Abu Bakar as Shidiq yang begitu kuat memegang sabda Rasulullah akan perkara peninggalan beliau, sekalipun kepada Fatimah, atau anak anak Rasulullah yang lain. Semua hal yang diperasangkakan oleh amirul mukminin tidak secara kebetulan terjadi, perasangka Umar terhadap pasukan yang ia temui misalnya, pasukan yang sangat ia curigai pada akhirnya benar benar menjadi pemberontak, khalifah al Rasyid yang berhati bersih tak akan sembrono dalam menetapkan keputusan, hukum Allah terus mereka tegakkan semasa mereka menjabat, walau kepada anak atau istrinya sekalipun.

Namun seperti yang telah dijabarkan dimuka, kebijakan para Amir ini selalu menghasilkan pemberontakan oleh kelompok munafik, begitu menyakitkan hati umat muslim mengetahui khalifah Utsman dibunuh oleh munafik Kinanah bin Bisyr at Tujibi, orang itulah yang telah menghunus pedangnya ke tubuh khalifah Utsman, dan bisa bisanya begitu bahagia setelah membunuh Amir yang mulia ini.

Setiap dari kita memiliki amanah, entah itu amanah yang besar maupun kecil, hal yang patut kita tekankan selaku umat muslim ialah menjaga hukum Allah, bila salah latihlah hati kita menjadi hati yang ikhlas menerima kesalahan dan kekalahan lalu berniat bertaubat kepada Allah, apa yang terjadi pada para pemberontak Utsman ialah mereka yang tiadanya ikhlas dalam hati mereka, padahal Allah telah memberikan banyak nikmat kepada mereka, namun karena keegoisan mereka, semua nikmat Allah terasa begitu sedikit, hingga mereka berbuat dzolim. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari penyakit hati, dan mengistiqomahkan kita dalam kebaikan.

 

Author Description

admin

There are 1 comments. Add yours

  1. 10th Agustus 2019 | проверьте мой сайт says:
    Он был ошарашен, когда вместо того, чтобы стонать, тяжело дышать, он увидел на моем лице испуг, и почувствовал, как порвал целку. Крови было не много, я вытерла её рукой, а он снова вошел, прошептав, что все будет хорошо. Дальше только ласки, и мягкое скольжение. Кажется, это был идеальный первый секс.

Join the Conversation