MEMBENTUK JIWA PENUH CINTA

MEMBENTUK JIWA PENUH CINTA

MEMBENTUK JIWA PENUH CINTA
CINTA PADA DAKWAH

Oleh: AHMAD REZA ZULHAM (Squad Kaderisasi FSI Al-Biruni 2018)

Seorang da’i tidak lah ada tanpa ilmu dan penguatan dari seorang guru. Sebagaimana da’i – da’i terdahulu, mereka selalu dibimbing dan diarahkan oleh seorang guru. Hasan al-banna, al-qurtubhi, al-fatih, dll. Mereka semua dibimbing dan diarahkan oleh seorang guru. Bahkan rosulullah pun memiliki guru, yaitu sang pemilik segala ilmu (Allah SWT). Lalu bagaimana orang – orang hebat itu dibentuk? Apa mereka hanya mendapat ilmu dan pengarahan dari para guru?

Tentulah mereka bukan hanya mendapat ilmu saja, tetapi mereka mempraktekkan ilmu – ilmu tersebut dalam kehidupan mereka. Mereka dibentuk oleh ganasnya ombak lautan yang bernama dakwah. Tidak banyak yang mau melalui jalan tersebut, tetapi percayalah bahwa janji allah bagi mereka yang mau berjuang memperjuangkan agamanya pastilah mendapat derajat dan pertolongan dari Allah dalam hidup mereka (qs.muhammad:7)..

Bagaimana cara mencetak para kader dakwah yang tegar seperti para tentara badar?

Tumbuhkan pada hati mereka cinta kepada allah. Tumbuhkan pada hati mereka antivirus dari kecintaan pada dunia fana. Ajarkan mereka sepuluh muwashofat diri seorang muslim. Beri mereka taujih – taujih tentang arti dakwah yang sebenarnya. Kabarkan pada mereka janji – janji Allah pada seorang pejuang dakwah. Dan yang terpenting adalah, dekatkan kader dakwah kepada sang maha cinta, kepada Rosul yang begitu cinta kepada ummatnya, kepada surat cinta yang tuhan kirimkan khusus untuk hambanya (alqur’an).

Memang jalan dakwah bagai sebuah lautan ganas atau hutan rimba. Siapa yang kuat, dia yang akan bertahan. Dalam dakwah, kuat bukan berarti fisikmu yang bisa menerima beban lebih dari manusia pada umumnya. Kuat bukan berarti seperti material baja atau keramik yang keras.
Kuat adalah disaat orang lain terlelap pada dunia palsu dan engkau terjaga mengejar cinta rabbmu. Kuat adalah disaat kau mampu menerima kritik dengan hati yang lapang. Kuat adalah disaat hinaan kau mampu rubah menjadi kekuatan.

Kuat adalah disaat semua orang sibuk beringkar dan kau berjuang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dan, kuat adalah disaat engkau ikhlas berjalan diatas kerikil tajam, melalui jalan yang tidak ada orang yang mau melaluinya. Karena dirimu yakin di depan sana ada sebuah tempat indah bernama jannah.

Didalamnya seorang manusia mulia sedang menunggumu wahai para pejuang dakwah.

Yakinkan dalam hati bahwa allah menyayangi dan mencintai dirimu. Hingga ia memilihmu melalui jalan terjal ini.

Dan teruntuk para murobbi, muridmu butuh dicintai. Cintai ia dengan sepenuh hati agar kelak kita bisa melingkar kembali dibawah rimbun pohon buah khuldi.

Depok, 31 maret 2018

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation