Idealnya Mahasiswa Islam Generasi Z

Idealnya Mahasiswa Islam Generasi Z

Mendengar kata mahasiswa pemikirannya adalah seseorang yang luar biasa baik dalam ilmunya maupun pergaulannya. Pengertiannya dari mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi. Tentunya gelar mahasiswa adalah tanggung jawab yang berat dan pastinya harus berkontribusi mengabdi kepada masyarakat.Untuk menjadi seorang mahasiswa ideal cukup dengan memenuhi empat kriteria aja loh , yaitu berpribadi religius, berprestasi, berorganisasi dan berbudi pekerti. Sebenarnya tuh yang paling utama sudah pasti berpribadi religius lah. Loh Kenapa? Ya karena hakikatnya merupakan dasar dan inspirasi dari ketiga hal tersebut dan juga kita sebagai manusia dalam melakukan segala sesuatu sudah pasti butuh Allah Swt.

Jadi gini,berprestasi itukan membuktikan bahwa seseorang dapat dengan cepat memahami sebuah ilmu yang dia dapat dibanding dengan orang – orang yang di sekitarnya dan dapat mengembangkannya menjadi lebih bermanfaat untuk dirinya dan orang banyak di masa depan. Itulah kenapa kita harus berprestasi, sebab ilmu yang kita dapat haruslah kita amalkan dan kita kembangan sebagai wujud dari pengabdian masyarakat dan rasa terima kasih kita kepada Tuhan Yang Maha Agung Allah Swt.

Secara singkat, mahasiswa yang berprestasi adalah yang memiliki IP selalu tinggi dan dengan IPK cumloud serta banyak menjuarai perlombaan-perlombaan dari tingkat kampus sampai internasional. Sehingga akan memudahkan saat melamar pekerjaan sebagai pertimbangan awal sebelum melewati seleksi – seleksi yang lainnya. IP itu adalah Indeks Prestasi mahasiswa setiap semesternya yakni ukuran pemahaman dan penguasaan materi dari diri mahasiswa tersebut. Namun tingkat kesulitan pencapaian IP dimasing – masing fakultas itu beda-beda biasanya yang sulit cumloud adalah fakultas berbasis ilmuwan dan teknologi. Tentu saja kembali kepada diri mahasiswanya untuk tetap semangat belajar dan menggunakan “trik-trik” cerdik..Hehe

Udah jadi mahasiswa nih trus berprestasi diakademik pula, tapi apa itu udah cukup untuk meraih masa depan cemerlang? Jawabannya sangat kurang. Kenapa, karna sejatinya itu baru memenuhi sekian persen dari syarat menghadapi dunia kerja. Kita tetap butuh ilmu – ilmu dalam menghadapi orang lain, berbicara di depan umum, bekerja sama dengan banyak orang yang beragam karakter,memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya,dll. Untuk mendapatkan ilmu-ilmu tersebut yaitu dengan aktif berorganisasi di kampus. Pertama – tama pasti mikirnya kalau ikut organisasi bakal ganggu kuliah, ga dibolehin orang tua, susah lulus, ikut demo sambil panas-panasan ditambah teriak-teriakan (kering-kering dah tuh tenggorokan trus keling lagi kulitnya wkwk), dll. Padahal belum dicoba, udah berpikiran negatif aja gitu. Sekali-kali lah dalam menentukan suatu pilihan diawali dengan niat ikhlas dan menggali lebih dalam hal-hal positifnya yang akan diterima, apalagi berefek kedepannya.

Banyak loh tokoh-tokoh besar yang menjadi aktifis saat masa perkuliahannya. Salah satunya Mantan Presiden Republik Indonesia, Bapak Bacharudin Jusuf Habibie yang akrab disebut B.J. Habibie. Pada masa kuliahnya, beliau aktif berorganisasi dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan bahkan diangkat menjadi ketua PPI loh. Beliau saat itu juga merupakan anggota pertemuan mahasiswa di Jerman mewakili mahasiswa muslim selain sebagai pimpinan Ikatan Mahasiswa UNESCO, beuh keren beud dah Bapak yang satu ini sangat cocok sekali menjadi panutan kita sebagi mahasiswa. Jadi banyak bangat manfaat yang didapat dari berorganisasi untuk saat ini dan kedepannya.

Pinter, aktifis tapi nakal, sukses ga tuh? Engga lah. Coba aja kalian temenan sama orang seperti itu. Mohon maaf biasanya bawaan dari kita jengkel aja ngeliat tuh orang karena suka ngebantah dosen dengan cara yang tidak sopan, berasa dirinya pintar jadi suka bolos, merasa kuliah ga penting akhirnya lebih sering ke sekret,dll. Astagfirullahalazim, semoga tidak ada yang seperti disebutkan diantara aku, kamu dan dia.Aamiin.

Sebagai mahasiswa kita perlu memiliki budi pekerti yang baik gengs. Dengan memiliki budi pekerti yang baik maka kita akan diterima oleh siapapun di dunia ini. Dengan begitu kita akan dengan mudah mendapat pertolongan dari orang lain saat menghadapi kesulitan, memiliki banyak teman dekat karena mereka merasa nyaman dengan sikap baik kita, dan dalam dunia kerja atasan akan lebih mempercayai kita dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan. Berbudi pekerti di zaman now yaitu zaman modern ada etika dalam berkirim pesan melalui peralatan elektronik. Contohnya dalam mengirim sms ataupun pesan singkat lainnya via media sosial dan menelepon kepada dosen ataupun kepada orang yang lebih tinggi kedudukannya, sebaiknya persiapkan dengan matang apa saja yang ingin disampaikan, kalo bisa buat catatan terlebih dahulu yang sekiranya sudah sangat pantas baru dikirim atau disampaikan kepada beliau. Dalam tatap muka dikelas tentu harus tetap diterapkan budi pekertinya gengs. Jika bertanya sampaikan dengan kalimat yang jelas dan sopan begitu juga dalam berpakaian harus rapih dan bersih.

Prestasi udah sampai tingkat internasional nih , diorganisasi juga sering ikut aksi, sikap mah udah ramah dan suka menolong ke siapa aja. Terus kira-kira apa yang kurang? Hhhm tentunya untuk menuntun semua pencapaian tersebut menjadi lebih berarti dan menuju jalan yang lurus diridhoi Allah Swt., yaitu tanamkan di dalam diri kita pribadi yang religius. Ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin namun lupa sama Sang Maha Pemberi Nikmat maka insya Allah semuanya tidak akan berarti. Untuk itu sebaiknya tanamkan kalimat berikut “ Kejarlah Akhiratmu,tapi jangan lupakan duniamu”.

Akhir dari tulisan ini ada kutipan ayat untuk menjadi inspirasi dan motivasi kita para penuntut ilmu, Allah berfirman dalam Surah Al – Mujadilah : 11 yang artinya :

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Sudah jelas gengs siapa saja yang menuntut ilmu akan ditinggikan derajatnya. Dan ada kutipan hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang artinya :

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmidzi)

Beuhh MasyaAllah banyak sekali kelimpahan yang Allah berikan untuk para pencari ilmu. Semangat teman-teman dalam kuliahnya dan meraih prestasi. Mohon dibukakan seluas-luasnya pintu maaf dalam kecacatan tulisan ini. Terima Kasih

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation