Birul Walidain

Birul Walidain

Pembahasan mengenai berbakti kepada orang tua adalah pembahasan yang amat penting unuk dikaji setelah mengkaji masalah tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak hak yang harus dipenuhi oleh manusia, pertama hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kedua hak Rasulullah Shallalhu ‘alaihi wasallam dan ketiga adalah hak kedua orang tua dan berbagai hak lainnya. Hak Allah Ajja wa Jalla yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya adalah mentahuidkan-Nya, beribadah hanya kepada-Nya dan meninggalkan segala bentuk keyakinan, perkataan dan perbuatan yang mengandung kesyirikan. Lalu, bagaimana dengan hak-hak Rasulullah yang harus dipenuhi? Yaitu menjauhkan semua larangannya dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentunya dengan mengikuti ( ittiba’ ) yang dicontohkannya. Karena beliau diutus untuk ditaati dan diteladani.

Selain itu, Islam juga sangat memperhatikan hak-hak orang tua dan kerabat, sehingga kita ditekankan untuk mengamalkannya dengan baik. Birul Walidain atau berbakti kepada orang tua itu pun Allah perintahkan dan sangat menganjurkannya salah satunya firman Allah QS. An-Nisa : 36 “ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri “ dan firman Allah lainnya dalam Qs. Al-Isra ayat23-24.

Berbuat baik kepada orang tua harus didahulukan daripada fardu kifayah dan amalan sunnah lainnya. Berbuat baik kepada orang tua didahulukan daripada berjihad dan hijrah dijalan Allah. Berbuat baik kepada orangtua harus didahulukan daripada kepada istri dan anak. Namun, kewajiban memberikan nafkah kepada anak dan istri tetap harus dipenuhi walaupun kepada kedua orang tuanya harus didahulukan. Imam Qurthubi secara umum mengatakan bahwa dalam berbakti kepada kedua orang tua hendaknya seorang anak menyetujui apa yang dikehendaki,diinginkan oleh kedua orangtuanya. Fudhail bin Iyadh berkata “ Janganlah engkau mencegah apa-apa yang disenangi keduanya” Ketika ditanya bagaimana tentang bentuk berbakti kepada orangtua, Fudhail menjawab, “ Janganlah engkau melayani kedua orang tuamu dalam keadaan malas.

Namun, tidak diperbolehkan pula mentaati perintah kedua orang tua dalam bermaksiat kepada Allah. Apabila orang tua menyuruh melakukan sesuatu yang haram atau mencegah perbuatan yang wwajib , maka tidak boleh ditaati. Karena Rasulullah bersabda “ Tidak boloeh taat kepada seseorang dalam berbuat maksiat kepada Allah”.

Bagaimana dengan harta yang dimiliki seorang anak ? Pada hakikatnya adalah milik orang tua. Sebagaimana telah datang seorang kepada Nabi Shalllahu ‘alaihi wa sallam, “ Ya, Rasulullah, orang tua saya telah mengambil harta saya,” kemudian  Rasulullah memarahi orang tersebut dan berkata, “ Kamu dan hartamu milik bapakamu. ( HR. Ibnu Majah ) . Berilah kepada orang tua apa yang telah ada pada kita, karna itu hakikatnya adalah milik orang tua. Karena kita berusaha, bekerja dan mendapat gaji, mendapat pekerjaan, karena sebab orang tua yang melahirkan kita, mendidik kita, dan untaian setiap doa yang beliau lantunkan dalam hari-harinya. Percayalah, rezeki yang kita berikan kepada kita akan menjadi keberkahan buat kehidupan kita sendiri dan keluarga kita kedepannya.

Sebagai seorang anak untuk mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat hendaknya kita memperhatikan kedua orang tua kita dan jangan pernah merasa lelah dan letih dalam berbakti kepada orang tua sebagaimana kita tidak lelah dalam taat kepada Allah Ajja Wa Jalla. Jika selama ini kita serigngkali berkata kasar, tidak taat kepada orang tua kita, segeralah minta maaf dan berbuat baik kepadanya. Jangan mengulanginya lagi dan bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya, rubahlah sikap kita kepada kebaikan, lemah lembut lah kepada keduanya, sesuangguhnya orang tua adalah jalan pintu kita untuk menuju surga-Nya. Jika, kedua orang tua sudah meninggal, mohon ampunlah kepada Allah, mendoakan keduanya, dan tetap menjaga tali silaturahim dengan kerabat dan teman-teman kedua orang tua.

Sahabatku, Kalau ingin bahagia dan mendapat berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,  diluaskan rezekinya, diapanjangkan umurnya dan dimudahkan segala urusan serta dimasukkan kedalam Surga maka harus terus berbuat baik kepada kedua orang tua kita hingga akhir hayat. Ingatlah, jangan lupakan semua yang pernah diberikan kedua orang tua kita berikan, usaha mereka yang begitu gigih, kesabaran merka yang begitu luar biasa, serta doa yang tulus yang selalu mengiringi langkah kaki kita dalam menapaki kehidupan, itu semua merupakan kebaikaan yang tidak dapat dihitung dengan apapun juga.

Oleh : Departemen Quran FSI Al-Biruni 2016

Author Description

admin

No comments yet.

Join the Conversation